Skip to main content

Dakwah itu mambawa perubahan


Dakwah yang dilakukan harus membawa perubahan. Perubahan  dimulai dari diri sendiri kemudian kelompak masyarakat dan akhirnya dakwah harus bisa membawa perubahan terhadap kebijakan pemerintah. Perihal ini disampaikan oleh Ustadz Bilal Syah Majaiz dari Dompet Dhuafa Yogyakarta devisi Dakwah pada Latian Kerja Usadz (LKU) di Pendopo Kecamatan Kokap (20/10-19). Dakwah yang kita lakukan harus terukur dan membawa perubahan diri sendiri Kelompok dan akhirnya pada kebijakan tatanan pemerintah" Tutur Bilal.


Camat Kokap Sadikan, S.Pd., M.Pd menyampaikan dalam sambutanya bahwa kegiatan Dakwah semacam ini harus menghadirkan nara sumber yang berkualitas seperti saat ini. Sadikan juga memberikan dukungan kepada seluruh panitia, pengurus dan juga minta untuk dilibatkan dalam setiap agenda dakwa.

"Silahkan _njawil_ saya pada setiap kegiatan badko, kalau mau kunjungan ke unit TPA saya akan datang" ungkap Sadikan.


Sementara itu Burhani Arwin ketua Badko TKA-TPA Daerah Kabupaten Kulon Progo  menyampaikan dalam sambutannya bahwa kita harus ikhlas dalam berdakwah dan juga harus perbanyak pelatihan karena ini merupakan bekal bagi ustafz/ustadzah. "Modal kita harus ikhlas dalam berdakwah dan perbanyak pelatihan sebagai penambahan modal ilmu kita" tambah Burhani.


LKU kali kita bekerja sama dengan Corps DAI Dompet Dhuafa Yogyakarta dan diikuti oleh 60 (enam puluh) peserta dan 3 (tiga) orang nara sumber. "Terimakasih Dompet Dhuafa Yogyakarta yang telah berkenan membersamai dakwah kami di daerah pegunungan ini, harapan kami kedepan bisa bersama dalam pemberdayaan umat dan kegiatan dakwah" ungkap Burhanudin Ketua Badko TKA-TPA Rayon Kokap. (Admin)

Comments

Popular posts from this blog

MC Pengajian Bahasa Jawa sederhana

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wa bihi nasta'iinu 'alaa umuuriddunya waddiin, wash shalatu was salamu 'alaa asyrafil anbiyai wal mursalin, wa 'ala aalihi wa ash-habihi ajma'in, amma ba'du:
Nuwun, dumateng paro sesepuh pinisepuh engkang dahat kinabekten, dumateng bapak ibu Takmir Masjid ............... engkang minulyo, sagung jamaah engkang kinurmatan.

Cara Mematangkan memeram buah Sawo agar matang sempurna

Buah sawo adalah buah yang sangat unik, enak dan manis rasanya. Pada dasarnya buah-buahan pada umumnya agar terasa manis dan matang sempurna adalah jika matang ketika masih di pohon.


Lain halnya dengan buah sawo yang harus di peram atau di imbu (Jawa) agar bisa memperoleh rasa manis. Buah Sawo sangat rentan dengan benturan, apabila terjadi benturan maka akan mempengaruhi buah sawo tersebut dan tidak bisa matang dengan sempurna.

Cara mudah memeram buah Sawo sebagai berikut : 

Pastikan buah sawo sudah tua kemudian dicuci dengan air bersih kulitnya bisa menggunakan kain yang kasar untuk menyikat Jemur ditempat yang terkena matahari kurang lebih  dua jamPeram dengan kardus bekas atau kertas kertas biar hangat tidak mengembun
tunggu 3 hari dan dibuka sudah matang.

Ikrar Syawalan Bahasa Jawa

IKRAR SYAWALAN

Bismillahirohmanirohim

Astaghfirullohala’azdim

Kepareng mator, dumateng  bapak-bapak ibu-ibu, ingkang kapernah sepuh, kulo caos sungkem pangabektos. Dumateng bapak-bapak ibu-ibu, lan sederek kulo sedoyo, ingkang kapernah anem, menapa dene ingkang kapernah sesami-sami, kulo ngaturaken salam taklim.

Wonten ing wekdal punika, Sepisan ngatoraken  sedaya kalepatan kula, ingih engkang kasengojo, munopo dene mboten kasengojo, lahir batos nyuwun pangapunten. Lan kulo ugi, caos pangapunten, dumateng panjenengan sedoyo, mbokbilih kagungan kalepatan, dumateng kulo. Mugi-mugi Gusti Allah, paring maghfiroh, dumateng kito sami. Amin ya robbal ‘alamin.

Kaping kalih, ngengingi hak adami, ingkang sampun tumanduk dumateng kulo, ingkang dereng halal, kulo suwun halalipun, dene ingkang sampun halal, mugi-mugi saget mberkahi, manfaati, dumateng kulo sak keluargo.
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ يَا كَرِ يْمُ
آمِينْ × ٣ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ وَالر…