Friday, 14 March 2014

Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a

Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a

Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan seorang penyair:

الله يغضب إن تركت سؤاله  وبني آدم حين يسأل يغضب

“Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah”

Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:

يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي

“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)

Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya dikertas, entah berapa lembar akan terpakai.

Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan. Sungguh Engkau Maha Pemurah Ya Rabb…
Berdoa Di Waktu Yang Tepat

Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu tersebut  dikabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:
1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir

Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون

“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)

Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

Namun perlu dicatat, sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam diberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya.

Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa. Lebih lagi di bulan Ramadhan, bangun di sepertiga malam akhir bukanlah hal yang berat lagi karena bersamaan dengan waktu makan sahur. Oleh karena itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu tersebut untuk berdoa.
2. Ketika berbuka puasa

Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه

“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)

Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa yang dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa, yaitu doa berbuka puasa. Sebagaimana hadits

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/

(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232)

Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan lafazh berikut:

اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين

adalah hadits palsu, atau dengan kata lain, ini bukanlah hadits. Tidak terdapat di kitab hadits manapun. Sehingga kita tidak boleh meyakini doa ini sebagai hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Oleh karena itu, doa dengan lafazh ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa seperti saya dan anda. Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa.

Memang ada hadits tentang doa berbuka puasa dengan lafazh yang mirip dengan doa tersebut, semisal:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim”

Dalam Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341), dinukil perkataan Ibnu Hajar Al Asqalani: “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga di-dhaif-kan oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Atau doa-doa yang lafazh-nya semisal hadits ini semuanya berkisar antara hadits dhaif atau munkar.
3. Ketika malam lailatul qadar

Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firmanAllah Ta’ala:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:

قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني

“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni ['Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku'']”(HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

Pada hadits ini Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafadz yang diajarkan tersebut.
4. Ketika adzan berkumandang

Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)
5. Di antara adzan dan iqamah

Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukan shalawatan, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam, amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة

“Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).

Selain itu, orang yang shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan suara keras di waktu jeda ini, telah meninggalkan amalan yang di anjurkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah segala sesuatu yang ia inginkan. Sungguh merugi jika ia melewatkannya.
6. Ketika sedang sujud dalam shalat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)
7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ

“Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).

Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang disyariatkan yaitu diantara adzan dan iqamah, ketika adzan, ketika sujud dan sebelum salam.
8. Di hari Jum’at

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.

Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).

Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.

Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:

يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.

Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.
9. Ketika turun hujan

Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah Ta’ala:

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)
10. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar

Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:

أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه
قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة

“Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”

Dalam riwayat lain:

فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر

“Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)
11. Ketika Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)
12. Ketika Perang Berkecamuk

Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah oleh Allah Ta’ala. Dalilnya adalah hadits yang sudah disebutkan di atas:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)
13. Ketika Meminum Air Zam-zam

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ماء زمزم لما شرب له

“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)

Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa. Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita.

Amiin Ya Mujiibas Sa’iliin.

Penulis: Yulian Purnama

Artikel www.muslim.or. id

Thursday, 13 March 2014

Berteman Dengan Jin? Boleh?

Berteman Dengan Jin? Boleh?
Saya mau bertanya mengenai hubungan manusia dengan jin. Sering saya mendenga kalimat Haram bersekutu dengan jin. Tetapi yang saya tahu jin itu ada yang muslim, dan kita sebagai orang islam wajib menjaga silaturohmi dengan sesama muslim. Jadi apakah kita tetap tidak boleh BERTEMAN dengan jin muslim? Karena menurut saya apapun bantuan yang kita dapatkan dari jin apapun bentuknya tetep sama saja seperti ketika kita mendapatkan bantuan dari sesama manusia cuma berbeda bentuknya. Kecuali kalo kita menyembah jin maupun kekuatannya..Tolong berikan penjelasan mengenai hal ini agar pemahaman saya bertambah baik. Terima kasih
Waalaikumussalam Wr Wb
Saudara Agus yang dimuliakan Allah swt
Yang pertama bahwa berinteraksi atau bergaul dengan jin merupakan sesuatu yang mengandung bahaya besar, dan ia merupakan salah satu pintu keburukan dan kerusakan. Cukuplah dalam hal ini bahwa kemusyrikan tidaklah masuk kedalam diri manusia kecuali melalui jalan mereka (jin), sebagaimana diinformasikan oleh Rasulullah saw tentang pengajaran Allah kepada hamba-hamba-Nya,”Dan sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku seluruhnya dalam keadaan lurus maka kemudian datanglah setan dan menyimpangkan mereka dari agama mereka. Dia mengharamkan bagi mereka apa yang Aku halalkan bagi mereka serta memerintahkan mereka agar menyekutukan-Ku dengan apa-apa yang tidak Aku turunkan kepadanya suatu penjelasan.” (HR. Muslim)
Walaupun diantara golongan jin ada yang beriman dan muslim sebagaimana diantara mereka juga ada yang kafir dan fasiq namun ketidaknampakan mereka dihadapan manusia menjadikan ketidaktentraman manusia terhadap siapa pun diantara mereka (jin) dan menjadikan manusia khawatir dengan tipu daya mereka, khususnya saat tersebar luasnya kebodohan, bid’ah yang mengantarkan kepada kemusyrikan, dan pada umumnya menjatuhkan kebanyakan manusia kedalam apa-apa yang diharamkan kemudian tidaklah banyak bermanfaat bagi mereka kecuali sedikit sekali, firman Allah swt :
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
Artinya : “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jin : 6)
Untuk itu fatwa ahli ilmu mengharamkan adanya saling memberikan dengan jin dan bergaul dengan mereka secara mutlak—baik terhadap jin yang mukmin maupun kafir diantara mereka—dan yang penting adalah tidak menggampangkan permasalahan ini serta sebagai tindakan preventif dari terbukanya pintu fitnah dan kecemasan, dan memelihara hati manusia untuk tetap terisi oleh fitrah imaniyah.
Didalam al Mausu’ah al Fiqhiyah (14/18) : “Adapun meminta pertolongan kepada selain Allah swt, baik kepada manusia atau jin, apabila meminta pertolongan kepada jin maka hal ini terlarang, karena bisa mengakibatkan kemusyrikan dan kekufuran, sebagaimana firman Allah ta’ala :
Artinya : “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jin : 6)
Syeikh al Albani didalam kitabnya “As Silsilah ash Shahihah” (pada hadits no. 2760) mengatakan,”Dan sisi ini, sebagian orang secara demonstratif mengobati manusia, yang umumnya mereka disebut dengan “Dokter Rohani” baik dengan cara-cara kuno berupa berhubungan dengan kawannya dari golongan jin—sebagaimana pernah dilakukan pada masa jahiliyah—atau dengan cara yang saat ini dikenal dengan menghadirkan arwah, dan sejensinya, menurutku, “Hipnotis”, maka sesungguhnya itu semua merupakan sarana yang tidak disyariatkan karena hal itu kembali kepada permintaan tolong kepada jin yang merupakan sebab kesesatan orang-orang musyrik, sebagaimana disebutkan didalam Al Qur’an al Karim :
Artinya : “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jin : 6)
Sebagian orang yang melakukan permintaan bantuan kepada golongan jin beranggapan bahwa mereka meminta pertolongan kepada jin-jin yang sholeh diantara mereka maka ini adalah anggapan yang tidak betul, karena mereka tidaklah mungkin—umumnya—bercampur dan berinteraksi dengan jin-jin itu sehingga dapat menyingkap kesalehan atau kerusakan mereka. Kita mengetahui melalui pengalaman bahwa kebanyakan diantara manusia yang memiliki pertemanan yang kuat dengan jin-jin ternyata pada akhirnya anda mendapatkan kejelasan bahwa jin-jin itu bukanlah termasuk dari yang shaleh, firman Allah swt :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِن تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya : “Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At Taghabun : 14), ayat ini membicarakan tentang manusia yang nampak lantas bagaimana terhadap jin yang kata Allah swt :
إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ
Artinya : “Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al A’raf : 27).
Wallahu A’lam
-Ustadz Sigit Pranowo Lc-http://www.eramuslim.com

ANTARA ADZAN DAN IQOMAH ADALAH WAKTU DOA MUSTAJAB

ANTARA ADZAN DAN IQOMAH ADALAH WAKTU DOA MUSTAJAB

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam- keluarga dan para sahabatnya.

Salah satu waktu mustajab untuk berdoa berada di antara adzan dan iqamah. Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

“Doa di antara adzan dan iqomah tidak akan ditolak.” (HR. Abu Dawud dan Al-Tirmidzi, beliau menshahihkannya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di Misykah al-Mashabih, no. 671)

Terdapat tambahan lafadz perintah berdoa dalam riwayat yang dikeluarkan Imam Ahmad,

إِنَّ الدُّعَاءَ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ فَادْعُوا

“Sesungguhnya doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak, maka berdoalah kalian.” (Syaikh Sy’aib al-Arnauth berkata: isnadnya shahih)

Imam Al-Shan’ani dalam Subul al-Salam berkata, “Dan hadits ini menunjukkan dikabulkannya doa di tempat-tempat ini. Karena tidak ditolaknya doa berarti diterima dan dikabulkan. Kemudian ini berlaku umum untuk semua doa. Dan harus diikat dengan keterangan pada beberapa hadits lainnya, yaitu selama dia tidak berdoa dengan suatu dosa atau memutus silaturahim.”

Imam al-Syaukani dalam Nailul Authar berkata, “Hadits tersebut menunjukkan dikabulkannya doa di antara adzan dan iqomah secara mutlak. Dia diikat dengan keterangan selama doa tersebut tidak berisi dosa dan memutus silaturahim, sebagaimana tertera dalam beberapa hadits shahih.”

Apakah ini berlaku bagi orang yang berada di masjid saja?

Pada dasarnya keutamaan doa di antara adzan dan iqamah ini tidak dikhususkan bagi orang yang ada di dalam masjid saja. Hadits ini mengabarkan bahwa waktu antara adzan dan iqamah ini termasuk waktu-waktu mustajabah (dikabulkannya doa), maka siapa yang menyempurnakan syarat-syarat terkabulnya doa dan berdoa pada waktu ini maka –sangat diharapkan- doanya dikabulkan, baik ia berada di dalam masjid atau tidak. Berarti ini juga berlaku bagi kaum hawa yang berada di rumahnya. Apabila ia mendengar adzan, lalu ia berdzikir sesudahnya dan ditambahan dengan doa yang dikehendakinya, maka doanya tersebut akan dikabulkan.

Hadits dari Abu Umamah Radhiyallahu 'Anhu menguatkan keterangan di atas, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

إِذَا نَادَى الْمُنَادِي فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ ، وَاسْتُجِيْبَ الدُّعَاءُ

“Apabila pemanggil memanggil (muadzin mengumandangkan adzan) maka dibukalah pintu-pintu langit dan dikabulkan doa.” (HR. Abu Awaanah dalam musnadnya, Imam Al-Hakim dalam Mustadraknya, dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jaami’ al-Shaghiir, no. 803)

Al-Munawi berkata, “Apabila pemanggil memanggil, maksudnya: muadzin mengumandangkan adzan untuk shalat, Allah mengabulkan doa orang yang berdoa saat itu, karena ia termasuk waktu ijabah (pengabulan doa).”

Penutup

Karena itu, mari kita manfaatkan waktu mustajab antara adzan dan iqamah ini untuk memunajatkan doa kepada Rabb kita, Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Besar harapan doa permohonan kita akan dikabulkan karena ia termasuk waktu mustajab berdasarkan hadits di atas. Walau di sana ada juga beberapa waktu lain yang mustajab pula, seperti saat sujud dan di penghujung shalat. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]
Oleh: Badrul Tamam

Friday, 7 March 2014

sifat sifat wirausaha atau entrepreneur

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Budaya wirausaha belum menjadi bagian dari kalangan pelajar, praktisi pendidikan dan masyarakat Indonesia panda umumnya, demikian juga pendidikan wirausaha belum mendapat perhatian yang optimal. Pendidikan wirausaha yang ada baru dalam tahab menyiapkan output yang siap kerja belum menyiapkan output yang siap menjadi wirausahawan.
Orientasi peserta didik setelah lulus kebanyakan adalah mencari pekerjaan atau meninginkan menjadi karyawan, pegawai dan atau pegawai negeri sipil. Persepsi yang ada dalam masyarakat seorang pegawai atau pekerja adalah seorang yang memiliki setatus sosial yang tinggi dihormati dan disegani, apalagi pegawai negeri sipil.
Ada beberapa fakta yang terkait dengan kewirausahaan, antara lain :
1. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 7,14 persen atau 8,3 juta orang dari jumlah angkatan kerja yang berjumlah 116,5juta orang. Pengangguran terbuka adalah orang yang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. (http://www.bps.go.id diambil tanggal 22 Maret 2011 pukul 22.30 WIB).
2. Diantara jumlah pengangguran terbuka yang dari lulusan sarjana sebesar 11,92% dan yang lulusan diploma sebesar 12,78%.
3. Jumlah penduduk miskin Indonesia pada Maret 2011 sebesar 31,02 juta orang atau 13,33% (www.bps.go.id diambil tanggal 22 Maret 2011 pukul 2.30 WIB)
4. Jumlah entrepreneur atau wirausahawan di Indonesia masih rendah. Terbukti, dari 231,83 juta jiwa penduduk Indonesia, baru 4,6 juta saja yang berwirausaha. “Jumlah itu masih cukup rendah atau jika diprosentasekan baru 2 persen dari total jumlah penduduk,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Dr Syarief Hasan di Surabaya, Sabtu (13/2/2010). Persentase penduduk Singapura yang berwirausaha mencapai 7 persen, China dan Jepang mencapai 10 persen. Sedangkan yang tertinggi adalah Amerika Serikat sebesar 11,5-12 persen. “Entrepreneurshi” kita masih rendah. ( http://edukasi.kompas.com diambil tgl 22 Maret 2011 pkl 21.00 WIB)
Orientasi dan persepsi diatas harus dirubah menuju ke pengembangan wirausaha karena sudah tidak sesuai dengan tuntutan kehidupan yang komplek dan kompetitif apalagi dengan melihat fakta-fakta diatas.
Solusi dari beberapa fakta diatas adalah peran serta pemerintah dan peran aktif masyarakat dengan menumbuhkan kemandirian yakni dengan wirausaha.
B. Rumusan masalah
Dari latar belakang diatas dalam makalah ini akan membahas sifat-sifat yang harus dimiliki dalam kewirausahaan
C. Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah diatas tujuan penulisan adalah untuk memberikan
penjelasan dan pengertian sifat-sifat yang harus dimiliki dalam kewirausahaan dan sikap wirausaha.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
1. Pengertian wirausaha
Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18).
2. Pengertian Sifat
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sifat adalah :
1. dasar watak (dibawa sejak lahir
2. ciri khas yang ada pada sesuatu
3. keadaan yang menurut kodratnya ada pada sesuatu
Untuk mencapai kualitas manusia wirausaha, seseorang harus memiliki kekuatan sebagai modal. Sedang untuk memiliki modal kekuatan seseorang harus belajar sehingga ia memiliki kemampuan sumberdaya manusia yang terkandung didalam pribadinya. Besar tidaknya sumberdaya manusia sangat bergantung pada kuat tidaknya pribadi manusia itu. Dari dalam pribadi manusia yang kuat , akan tumbuh motivasi dan potensi untuk maju dan berprestasi. Sebaliknya, dari pribadi yang lemah terpancar benih-benih sikap dan pikiran yang kerdil dan picik. Permasalahan maju dan tidaknya kehidupan manusia tergantung pada dirinya sendiri. Oleh karena itu, kita sebagai kaum muda yang sedang belajar seharusnya tidak membiarkan diri kita dikuasai oleh jiwa yang kerdil.
Wasty Soemanto berpendapat bahwa manusia wirausaha adalah manusia yang berkepribadian kuat dan memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
1. Memiliki moral tinggi
2. Memiliki sikap mental wirausaha
3. Memiliki kepekaan terhadap lingkungan
4. Memiliki ketrampilan wirausaha
B. sifat –sifat yang harus dimiliki dalam kewirausahaan
sifat –sifat yang harus dimiliki dalam berwirausaha pada prinsipnya adalah sifat atau dasar atau watak manusia sesuai dengan Fitrah manusia sendiri, yakni :
1. Percaya Diri
Karakteristik kematangan seseorang adalah ia tidak tergantung pada orang lain, dia memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi, obyektif dan kritis.Dia tidak begitu saja menyerap pendapat atau opini orang lain, tetapi ia mempertimbangkan secara kritis. Emosionalnya boleh dikatakan sudah stabil, tidak gampang tersinggung dan naik pitam. Juga tingkat sosialnya tinggi, mau menolong orng lain, dan yang paling tinggi ialah kedekatannya dengan khaliq sang pencipta, Allah SWT. Diharapkan wirausahawan seperti ini betul-betul dapat menjalankan usahanya secara mandiri, jujur, dan disenangi oleh semua relasinya.
2. Berorientasi pada Tugas dan Hasil
Orang ini tidak mengutamakan prestise dulu, prestaasi kemudian. Akan tetapi, ia
gandrung pad prestasi baru kemudian setelah berhasil prestisenya akan naik. Anak muda yang selalu memikirkan prestise lebih dulu dan prestasi kemudian, tidak akan mengalami kemajuan. Berbagai motivasi akan muncul dalam bisnis jika kita berusaha menyingkirkan prestise. Kita akan mampu bekerja keras, enerjik, tanpa malu dilihat teman, asal yang kita kerjakan itu pekerjaan halal.
3. Pengambilan resiko
Dalam wirausaha penuh dengan tantangan dan resiko, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku dan sebagainya. Namun semua tantangan ini harus dihadapi dengan penuh perhitungan. Jika perhitungan sudah matang, membuat pertimbangan dari segala macam segi, maka berjalanlah terus dengan tidak lupa berlindung kepada-Nya.
4. Kepemimpinan
Kepemimpinan memang ada dalm diri masing-masing individu. Namun sekarang ini, sifat kepemimipinan sudah banyak dipelajari dan dilatih. Ini tergantung kepada masing-masing individu dalam menyesuaikan diri dengan organisasi atau orang yang ia pimpin. Pemimpin yang baik harus mau menerima kritik dari bawahan, ia harus bersifat responsif.
5. Keorisinilan
Orisinil ini tentu tidak selalu ada pada diri seseorang. Yang dimaksud orisinil disini ialah ia tidak hanya mengekor pada orang lain, tetapi memiliki pendapat sendiri, ada ide yang orisinil, ada kemampuan untuk melaksanakan sesuatu. Bobot kreativitas orisinil suatu produk akan tampak sejauh manakah ia berbeda dari apa yang sudah ada sebelumnya. Keorisinilan seorang wirausaha menuntut adanya kreativitas dalam pelaksanaan tugasnya. kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru. Bagi kalangan wirausaha, tingkat kreativitas ini akan sanngat menunjang kemajuan bisnisnya
6. Berorientasi ke masa Depan
Seorang wirausaha haruslah perspektif, mempunyai visi ke depan, apa yang hendak ia lakukan, apa yang ingin ia capai? Sebab sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara, tetapi untuk selamanya. Oleh sebab itu factor kuntinuitas harus dijaga dan pandangan harus ditujukan jauh ke depan, seorang wirausaha akan menyusun perencanaan dan strategi yang matang, agar jelas langkah-langkah yang akan dilaksanakan.
Fadel Muhammad (1992: 138) menyatakan bahwa ada tujuh ciri yang merupakan identitas yang melekat pada diri seorang wirausaha.
a. Kepemimpinan
b. inovasi
c. Cara pengambilan keputusan
d. Sikap tanggap terhadap perubahan
e. bekeerja ekonomis dan efisien
f. Visi masa depan
g. Sikap terhadap resiko
7. Kreativitas
Sifat keorisinilan seorang wirausaha menuntut adanya kreativitas dalam pelaksanaan tugasnya. Jadi kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru atau melihat hubungan-hubungan baru antara unsure, data, variable yang sudah ada sebelumnya.
8. Sifat Jujur
Sifat jujur akan membawa kepercayaan kepada rekan usaha dan masyarakat sehingga proses dalam berwirausaha akan mudah mendapat dukungan dari berbagi pihak.sifat jujur juga akan membawa berkah bagi usaha berwirausaha karena sifat yang tidak jujur atau curang akan membawa kecelakaan ( Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang QS Al Muthaffifin ayat 1)
9. Sifat Amanah dan adil
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil ….. (QS.An Nisa 58).
10. Sifat Cerdas
Cerdas atau pintar atau tajam pemikiran. sifat ini sudah dimiliki pada semua orang walaupun kapasitasnya berbeda-beda dan sifat ini dapat dikembangkan atau ditingkatkan. Kecerdasan yang dikenal saat ini ada tiga (kamus Bahasa Indonesia Online http://pusatbahasa.diknas.go.id) yaitu:
1. Cerdas emosional yaitu kecerdasan yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antar sesame manusia, makhluk lain dan alam sekitar.
2. Intelektual yaitu kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani,dan pengaktifan manusia intuk berinteraksi secara fungsional dengan orang lain.
3. Spiritual yaitu kecerdasan berkenaan dengan hati dan kepedulian antar sesame manusia makhluk lain dan alam sekitar berdasar keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa.
Konsep 10 D dari Bygrave
Selanjutnya dapat digambarkan beberapa karakteristik dari wirausahawan yang berhasil memiliki sifat-sifat yang dikenal dengan istilah 10 D (Bygrave, 1994:5)
a) Dream, seorang wirausaha mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
b) Decisiveness, seoorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Merekamembuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Kecepatan dan ketepatan dalam dia mengambil keputusan adalah merupakan factor kunci (key factor) dalam kesuksesan bisnisnya.
c) Doers, begitu wirausaha membuat keputusan maka dia langsung menindak lanjutinya.
d) Determination, seorang wirausaha melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa tanggungjawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dia dihadapkan pada halangan atau rintangan yang tidak mungkin diatasi.
e) Dedication, Dedikasi seorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi, kadang-kadang ia mengorbankan hubunngan kekeluargaann, melupakan hubungan keluarganya untuk sementara. Semua kegiatannya dipusatkan semata-mata untuk bisnisnya.
f) Devotion, berarti kegemaran atau kegila-gilaan. Demikian seorang wirausaha mencintai pekerjaan bisnisnya dia mencintai pekerjaann dan produk yang dihasilkannya. Hal ini yang mendorong ia mencapai keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produk yang ditawarkan nya.
g) Details, Seorang wirausaha sangat memperhatikan factor-faktor kritis secara rinci. Dia tidak mau mengabaikan factor-faktor kecil yang dapat menghambat kegiatan usahanya.
h) Destiny, Seorang wirausaha bertanggungjawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya. Dia merupakan orang yang bebas tidak mau tergantung pada orang lain.
i) Dollars, Wirausaha tidak sangat mengutamakan mencapai kekayaan. Motivasinya bukan memperoleh uang. Akan tetapi uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Mereka berasumsi jika mereka sukses berbisnis maka mereka pantas mendapat llaba/bonus/hadiah.
Distribute, Seorang wirausaha bersedia mendistribusikanan kepemilikan bisnisnya terhadap oaring-orang kepercayaannya
BAB III
PENUTUP
Seorang wirausahawan adalah seorang yang mampu melihat ke depan, berfikir dengan penuh perhitungan, mencari pilihan dari berbagai alternative masalah dan pemecahannya. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh wirausahawan dalam memenuhi kebutuhan usahanya secara realistis. Sifat-sifat yang ada dimakalah adalah sifat dasar manusia yang harus dikembangkan dan selalu dipertahankan agar dalam berwirausaha mendapatkan kesuksesan dan keberkahan.
Akhirnya marilah kita merujuk ayat Al Qur’an :
Artinya : Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS. Ar Ra’du ayat 11)
Demikian makalah ini kami sajikan, semoga dapat bermanfaat. Kritik dan saran demi kesempurnaan makalah sangat kami harapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Alma Buchari, Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta 2002
Hantoro Sirod, Kiat Sukses Berwirausaha, AdiCita
Soemanto, Wasty. 1989. Pendidikan Wiraswasta. Jakarta: Bina Aksara
A.Khoerussalim Ikhs, To Be The Moslems Entrepreneur, Pustaka Al Kautsar Jakarta 2005
Muhammad Bin Sarrar, Tanngga menuju Sukses, At Tibyan solo

Thursday, 6 March 2014

Ternak Ayam Kampung

Untuk cara budidaya atau ternak ayam kampung asli ini saya bagi ke dalam beberapa tahapan ternak ataupun pelaksanaan. Adapun tata cara budidaya ternak ayam kampung asli adalah sebagai berikut :
1.      Ketahuilah dunia ayam kampung
Pengetahuan dunia ayam kampung merupakan tahap awal beternak ayam kampung asli. Dengan mengetahui ciri, karakter dll dapat memantapkan langkah kita membangun peternakan ayam kampung.
2.      Pemilihan bibit/Induk ayam kampung asli
Langkah ini adalah pedoman untuk memaksimalkan produk ternak kita. Apakah mau pedaging atau petelur. Jadi pastikan pemilihan bibit ayam haruslah yang terbaik.
3.      Pemberian Pakan
Banyak sekali manajemen tentang pemberian pakan. Biaya, cara, serta kualitas pakan menentukan keberhasilan ternak ayam kampung.
4.      Sistem Perkandangan
Perkandangan penting demi kelancaran pemeliharaan. Perencanaan, pembuatan serta perbaikan sungguhlah perlu dimanajemen dengan tepat.
5.      Pemecahan Masalah/Penyakit dan Pengobatan
Masalah terbesar peternakan ayam adalah tentang penyakit. Perlu adanya pencegahan dan pengobatan penyakit ayam dengan tepat.
6.      Pengoptimalan Hasil Ternak
Ternak ayam tidak semudah membalikkan tangan, tinggal dipelihara sudah beres. Tidak seperti itu, memang pada awalnya tidak seperti yang tertulis di analisa ternak. Namun dengan perbaikan manajemen saya yakin hasil ternak juga akan bertambah optimal dan maksimal.
7.      Pemasaran/Panen
Pemasaran hasil panen adalah proses terakhir demi kelangsungan ternak di kemudian hari. Pemasaran yang kurang tepat dapat memutus rantai usaha ini.
8.      Analisa Usaha
Analisa usaha kami terapkan pada akhir dengan maksud untuk evaluasi usaha ternak ayam kampung. Dengan memakai langkah ini kami berharap untuk memperbaiki kesalahan dalam usaha ternak ayam kampung serta manajemen sebelumnya.
9.      Pengukuran, Penilaian, Evaluasi dan Assesment
Tahap terakhir perlu dilakukan dan semua diperbaiki dari awal hingga akhir. Dari ketiga kata tersebut dapat digolongkan bermacam-macam. Berikut penjelasannya :
Pengukuran berarti membandingkan sebuah produk dengan produk tertentu dan dinyatakan dengan sebuah ukuran.
Penilaian adalah suatu pertimbangan profesional atau proses dan dimungkinkan peternak mengambil pertimbangan (langkah lebih lanjut) mengenai suatu nilai tersebut. Dalam hal ini produktifitas dan kualitas hasil ternak.
Assesment adalah kegiatan yang dilakukan pada awal proses manajemen antisipasi dari sebuah informasi (tercatat) untuk mengidentifikasi (analisis) resiko (yang mungkin terjadi) beserta bentuk kontrol untuk mencegah resiko-resiko tersebut.
Dengan mengetahui tata cara budidaya ayam kampung asli tersebut diharapkan pemeliharaan ayam kampung akan semakin baik dari masa ke masa. Sampai tujuan mendapatkan hasil yang optimal dapat tercapai.

Memahami Arti Tangisan Bayi

Awal kelahiran bayi ditandai dengan suara tangisan. Setelah itu selama 40 hari pertama sejak kelahirannya, ibu-ayah akan terus-menerus mendengar suara tangisnya. Mengapa? Karena di usia ini tangisan merupakan bentuk komunikasi bayi dengan orang-orang di sekitarnya. Melalui lengkingan/rengekan/rintihannya, ia berusaha “mengatakan” apa yang diinginkannya. Yuk, kenali arti tangisan bayi

1. POPOKNYA BASAH

          Umumnya yang pertama kali dilihat saat bayi menangis adalah apakah popoknya basah. Kalau ternyata tidak, baru dicari penyebab lainnya. Orangtua bisa melihat sekilas atau menyentuhnya untuk memastikan.
Ciri-ciri:
Tangisannya berirama teratur, berlangsung terus-menerus, makin lama suaranya makin keras. Ini terjadi karena bayi merasa risih/tidak nyaman dengan popoknya yang basah.
Penanganan:
Lepaskan popok/baju basahnya, setelah itu biasanya tangisnya akan mereda. Bersihkan bekas BAK/BAB-nya dengan kapas bulat yang dibasahi. Setelah bersih, aliri dengan air, lalu bersihkan area sekitarnya, dan keringkan. Ganti popoknya dengan yang bersih. Pastikan, apakah baju dan alas tidurnya juga basah? Kalau iya, ganti semua, karena bayi merasa tidak nyaman tidur di atas kain yang basah.
Catatan:
Sekalipun bayi tidak menangis, orangtua harus mengecek secara berkala apakah popok bayinya basah dan segera menggantinya. Begitu pun kalau memakai pospak, pastikan sebelum penuh sudah diganti, jangan tunggu sampai bayi menangis.

2. LAPAR

          Di usia ini bayi masih mendapat ASI eksklusif, karenanya saat bayi menangis, orangtua harus ingat kapan terakhir ia memberikan ASI. Kalau sudah 1—2 jam sebelumnya, besar kemungkinan bayi sudah lapar lagi.
Ciri-ciri:
Tangisan lapar hampir sama dengan saat popoknya basah, yakni iramanya teratur, berlangsung terus-menerus, makin lama suaranya makin keras. Ciri lain yang bisa dilihat sebelum bayi menangis karena lapar adalah mulutnya membuka-buka, seakan-akan mencari puting susu ibu.
Penanganan:
Segera angkat bayi dan berikan ASI. Bayi yang menangis karena lapar umumnya langsung diam saat mendapat ASI. Ia akan meminum dengan rakus. Mengenai cara memberikan ASI, lihat h. 13 tentang menyusui.

3. SAKIT

Boleh jadi bayi menangis karena sakit.
Ciri-ciri:
Tangisan karena sakit sedikit berbeda dari tangisan di atas. Bayi yang sakit umumnya akan menangis dengan suara keras/melengking, berhenti sebentar, lalu menangis lagi. Ada juga yang tangisannya serupa rintihan. Intinya, orangtua harus jeli bila tangis bayi terdengar tidak seperti biasanya.
Penanganan:
Coba pegang tubuhnya apakah terasa hangat, ada luka atau sesuatu yang tidak biasa. Untuk meredakan tangisnya, gendong dan berikan pelukan hangat. Bila si kecil tetap rewel, segera bawa ke dokter untuk memastikan dan mendapat penanganan yang tepat.

4. LELAH

Sekalipun belum banyak beraktivitas, bukan tak mungkin bayi merasa kelelahan. Ini bisa terjadi saat ada perayaan/upacara tertentu untuk menyambut kelahirannya atau saat keluarga berkumpul, sehingga banyak yang menimang/mengajaknya bercanda atau bahkan sekadar suasana yang tidak seperti biasanya, semisal banyak orang di rumah sehingga suasana gaduh/bising.
Ciri-ciri:
Tangis kelelahan serupa dengan rewel, ada gangguan sedikit saja ia langsung merengek.
Penanganan:
Ganti pakaiannya dengan pakaian bersih/kering, masuk ke kamar yang suasananya tenang/tidak bising, atur suhu kamar supaya tidak terlalu panas/dingin, berikan usapan lembut di punggung, nina bobokkan dan biarkan ia tidur lelap. Setelah terbangun biasanya rasa lelahnya pun hilang.

5. KOLIK

Kolik adalah kondisi bayi merasa kesakitan. Satu dari 5 bayi mengalami kolik.
Ciri-ciri:
Tangisannya serupa dengan tangis sakit, ditambah mukanya kemerahan, perutnya tegang, menarik-narik kaki, dan mengepalkan tangan.
Penanganan:
Coba gendong dan ayun-ayun dengan lembut, usap tubuhnya perlahan terutama bagian perut atau punggung seperti hendak menyendawakan, senandungkan lagu-lagu berirama lembut supaya ia tenang. Kalau belum teratasi juga, bawa ke dokter.

6. KEDINGINAN/KEPANASAN

Bayi yang kepanasan/kedinginan umumnya juga bereaksi dengan menangis.
Ciri-ciri:
Tangisannya serupa rintihan. Pastikan, apakah suhu ruangan memang tidak sesuai. Bayi yang kepanasan bisa dilihat dari pakaiannya yang basah karena keringat.
Penanganan:
Bila bayi kepanasan, ganti pakaiannya yang basah, ajak duduk-duduk di halaman untuk merasakan kesejukan udara. Kalau di rumah ada pendingin rungan, atur suhunya supaya bayi merasa nyaman dan tidak kepanasan. Bila bayi kedinginan, gendong dengan kain lebar sehingga ia merasakan kehangatan. Bagi bayi, kehangatan sangat penting karena selama 9 bulan dalam kandungan ia selalu merasakan kehangatan.

7. KAGET

          Suara yang terlalu keras akan mengagetkan bayi dan menyebabkannya menangis. Tak hanya itu, orang dewasa yang terlalu bersemangat mengajaknya bermain, pelukan/gendongan/dekapan yang terlalu kuat juga bisa membuatnya kaget hingga menangis.
Ciri-ciri:
Suara tangisan karena kaget umumnya langsung melengking keras layaknya orang kaget.
Penanganan:
Gendong, berikan pelukan hangat dan tenangkan bayi dengan mengusap-usap punggungnya. Setelah merasa tenang dan kekagetannya hilang, umumnya bayi akan berhenti menangis.

sumber:http://www.tabloid-nakita.com/read/16/kenali-arti-tangisan-bayi

Wednesday, 5 March 2014

MANAJEMEN PENDIDIKAN


 MANAJEMEN PENDIDIKAN

Manajemen Pendidikan merupakan suatu cabang ilmu yang usianya relatif masih muda sehingga tidaklah aneh apabila banyak yang belum mengenal. Istilah lama yang sering digunakan adalah ‘administrasi’.

Manajemen Pendidikan dalam kamus bahasa Belanda-Indonesia disebutkan bahwa  istilah manajemen berasal dari “administratie” yang berarti tata-usaha. Dalam pengertian manajemen tersebut, administrasi menunjuk pada pekerjaan tulis-menulis di kantor.

Pengertian lain dari “manajemen” berasal dari bahasa Inggris “administration” sebagai “the management of executive affairs”. Dengan batasan pengertian seperti ini maka manajemen disinonimkan dengan “management” suatu pengertian dalam lingkup yang lebih luas (Encyclopedia Americana, 1978, p. 171). Dalam pengertian Manajemen Pendidikan ini, manajemen bukan hanya pengaturan yang terkait dengan pekerjaan tulis-menulis, tetapi pengaturan dalam arti luas.

          Menurut Tim Pakar Manajemen Universitas Negeri Malang,manajemen sarana prasarana pendidikan adalah “proses kerjasama pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan secara efektif dan efisien.” (Pakar, 2003: 86). Suharsimi (dalam Hasbullah, 2006: 120)mengatakan bahwa “pada garis besarnya maajemen sarana dan prasaranameliputi lima hal, yaitu (a) penentuan kebutuhan, (b) proses pengadaan, (c) pemakaian, (d) pencatatan atau pengurusan, dan (e) pertanggungjawaban[1]

Pengertian Manajemen Pendidikan Menurut Ahli

     Pada waktu ini istilah-istilah yang digunakan dalam menunjuk pekerjaan pelayanan kegiatan adalah manajemen, pengelolaan, pengaturan dan sebagainya, yang didefinisikan oleh berbagai ahli secara bermacam-macam. Beberapa pengertian Manajemen Pendidikan yang kiranya ada manfaatnya disadur maknanya atau hanya dikutip dari sumbernya sebagai berikut.

    Menurut Leonard D. White, manajemen adalah segenap proses, biasanya terdapat pada semua kelompok baik usaha negara, pemerintah atau swasta, sipil atau militer secara besar-besaran atau secara kecil-kecilan.
    Menurut The Liang Gie, manajemen adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

       Selanjutnya untuk memperoleh wawasan yang lebih luas, di sini dikutipkan lagi beberapa pendapat mengenai pengertian manajemen dari sumber-sumber lain sebagai berikut :

1.      Menurut Sondang Palan Siagian, manajemen adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.

2.      Menurut Pariata Westra, manajemen adalah segenap rangkaian perbuatan penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

3.      Dalam kurikulum 1975 yang disebutkan dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Kurikulum IIID, baik untuk Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas, manajemen ialah segala usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber-sumber (personil maupun materiil) secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan.

Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan

 Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur sertamenjaga sarana dan prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi pada proses pendidikan secara optimal dan berarti. Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan, pengadaan, pengawasan, penyimpanan,inventarisasi, penghapusan serta penataan[2].

Dalam pengelolaan sarana prasarana pendidikan sehingga dalamkondisi siap pakai, diperlukan petugas khusus yang menanganinya. Hal inidimaksudkan untuk membantu guru dalam mempersiapkan perlengkapan yangdibutuhkan, utamanya yang berkaitan erat dengan sarana dan prasarana yangmenunjang secara langsung dalam proses pembelajaran[3].

Memilih sarana prasarana bukanlah berupa resep yang lengkap dengan petunjuk-petunjuknya lalu pendidik menerima resep begitu saja. Sarana pembelajaran hendaknya direncanakan, dipilih dan diadakan dengan telitisesuai dengan kebutuhan sehingga penggunanya berjalan dengan wajar.Untuk itu pendidik hendaknya menyesuaikan sarana pembelajaran denganfaktor-faktor yang dihadapi, yaitu tujuan apakah yang hendak dicapai,media apa yang tersedia, pendidik mana yang akan mempergunakanya,dan peserta didik mana yang dihadapi. Faktor lain yahendaknyadipertimbangkan dalam pemilihan sarana pembelajaran adalah kesesuaiandengan ruang dan waktu[4]

[1] Baharuddin dan muh hakim,Menejemen Pendidikan Islam,( Malang : UIN Maliki Press, 2010) hlm 83.

[2] Mujamil Qomar, Menejemen Pendidikan Islam,( Jakarta :  Erlangga,2007) hlm 171.

[3] Sulistyorini,Manajemen Pendidikan Islam,(Yogyakarta: Teras, 2009) hlm.119

[4] Hery Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Logos, 1999) hlm.154

RINGKASAN FILSAFAT PENDIDIKAN



RINGKASAN FILSAFAT PENDIDIKAN

A. Pengertian Filsafat Pendidikan

Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.

Beberapa aliran filsafat pendidikan;

Filsafat pendidikan progresivisme. yang didukung oleh filsafat pragmatisme.

Filsafat pendidikan esensialisme. yang didukung oleh idealisme dan realisme; dan

Filsafat pendidikan perenialisme yang didukung oleh idealisme.

Progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal; menyala. tidak pernah sampai pada yang paling ekstrem, serta pluralistis. Menurut progresivisme, nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kehudayaan. Belajar berfungsi untuk :mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

B. Subjek/ Objek Filsafat Pendidikan

Berfikir merupakan subjek dari filsafat pendidkan akan tetapi tidak semua berfikir berarti berfilsafat. Subjek filsafat pendidikan adalah seseorang yang berfikir/ memikirkan hakekat sesuatu dengan sungguh dan mendalam tentang bagaimanan memperbaiki pendidikan.

Objek filsafat, objek itu dapat berwujud suatu barang atau dapat juga subjek itu sendiri contohnya si aku berfikir tentang diriku sendiri maka objeknya adalah subjek itu sendiri. Objek filsafat dapat dibedakan atas 2 hal :

1. Objek material adalah segala sesuatu atau realita, ada yang harus ada dan ada yang tidak harus ada

2. Objek formal adalah bersifat mengasaskan atau berprinsi dan oleh karena mengasas, maka filsafat itu mengkonstatis prinsip-prinsip kebenaran dan tidak kebenaran

C. Ruang Lingkup Filsafat

Filsafat sebagai induk ilmu-ilmu lainnya pengaruhnya masih terasa. Setelah filsafat ditingkalkan oleh ilmu-ilmu lainnya, ternyata filsafat tidak mati tetapi hidup dengan corak tersendiri yakni sebagai ilmu yang memecahkan masalah yang tidak terpecahkan oleh ilmu-ilmu khusus. Akan tetapi jelaslah bahwa filsafat tidak termasuk ruangan ilmu pengetahuan yang khusus. Filsafat boleh dikatakan suatu ilmu pengetahuan, tetapi obyeknya tidak terbatas, jadi mengatasi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya merupakan bentuk ilmu pengetahuan yang tersendiri, tingkatan pengetahuan tersendiri. Filsafat itu erat hubungannya dengan pengetahuan biasa, tetapi mengatasinya karena dilakukan dengan cara ilmiah dan mempertanggungjawabkan jawaban-jawaban yang diberikannya.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Filsafat Pendidikan

Pandangan fislafat pendidikan sama dengan perananya merupakan landasan filosofis yang menjiwai seluruk kebijaksanaan pelaksanaan pendidikan. Dimana landasan filsofis merupakan landasan yang berdasarkan atas filsafat. Landasan filsafat menalaah sesautu secara radikal, menyeluruh, dan konseptual tentang religi dan etika yang bertumpu pada penalran. Oleh karena itu antara filsafat dengan pendidikan sangat erat kaitannya, dimana filsafat mencoba merumuskan citra tentang manusia dan masyarkaat sedangkan pendidikan berusahan mewujudkan citra tersebut.

Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.

Filsafat mengadakan tinjauan yang luas mengani realita, maka dikupaslan antara lain pandangan dunia dan pandangan hidup. Konsep-konsep mengenai ini dapat menjadi landasan penyusunan konsep tujuan dan metodologi pendidik. Disamping itu, pengalaman pendidik dalam menuntut pertumbuhan danperkembangan anak akan berhubungan dan berkenalan dengan realita. Semuanya itu dapat disampaikan kepada flsafat untuk dijadikan bahan-bahan pertimbangan dan tinjauan untuk memperkembangkan diri. Hubungan filsafat dengan filsafat pendidikan dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Filsafat mempuyai objek lebih luas, sifatnya universal. Sedangkan filsafat pendidikan objeknya terbatas dalam dunia filsafat pendidikan saja

2. Filsafat hendak memberikan pengetahuan/ pendiidkan atau pemahaman yang lebih mendalam dan menunjukkan sebab-sebab, tetapi yang tak begitu mendalam

3. Filsafat memberikan sintesis kepada filsafat pendidikan yang khusus, mempersatukan dan mengkoordinasikannya

4. Lapangan filsafat mungkin sama dengan lapangan filsafat pendidikan tetapi sudut pandangannya berlainan

Dalam menerapkan filsafat pendidikan, seoran guru sebagai pendidik dia mengharapkan dan mempunyai hak bahwa ahli-ahli filsafat pendidikan menunjukkan dirinya pda masalah pendiidkan pad aumumnya serta bagaimna amasalah itu mengganggu pada penyekolhan yang menyangkut masalah perumusan tujuan, kurkulum, organisasi sekolah dan sebagainya. Dan para pendidik juga mengahrapkan dari ahli filsafat pendiidkan suatu klasifikasi dari uraian lebih lanjut dari konsep, argumen dirinya literatur pendidikan terutam adalam kotraversi pendidikan sistem-sistem, pengjuian kopetensi minimal dan kesamaan kesepakatan pendidikan.

Brubacher (1950) mengemukakan tentang hubungan antara filsafat dengan filsafat pendidikan, dalam hal ini pendidikan : bahwa filsafat tidak hanya melahirkan sains atau pengetahuan baru, melainkan juga melahirkan filsafat pendidikan. Filsafat merupakan kegiatan berpikir manusia yang berusaha untuk mencapai kebijakan dankearifan. Sedangkan filsafat pendidikan merupakan ilmu ayng pad ahakekantya jawab dari pertanyaa-pertanyaan yagn timbul dalam lapangan pendidkan. Oleh karen aberisfat filosofis, dengan sendirinya filsafat pendidikan ini hakekatnya adalah penerapan dari suatu analisa filosofis terhadap lapangan pendidikan.

B. Subjek/ Obyek Filsafat Pendidikan

Subjek filsfat adalah seseroang yang berfikir/ memikirkan hakekat sesuatu dengan sungguh-sungguh dan mendalam. Seperti halnya pengetahuan, Maka filsafatpun (sudut pandangannya) ada beberapa objek yang dikaji oleh filsafat

a. Obyek material yaitu segala sesuatu yang realitas

1. Ada yang harus ada, disebut dengan absoluth/ mutlak yaitu Tuhan Pencipta

2. Ada yang tidak harus ada, disebut dengan yang tidak mutlak, ada yang relatif (nisby), bersifat tidak kekal yaitu ada yang diciptakan oleh ada yang mutlak (Tuhan Pencipta alam semesta)

b. Obyek Formal/ Sudut pandangan

Filsafat itu dapat dikatakan bersifat non-pragmentaris, karena filsafat mencari pengertian realitas secara luas dan mendalam. Sebagai konsekuensi pemikiran ini, maka seluruh pengalaman-pengalaman manusia dalam semua instansi yaitu etika, estetika, teknik, ekonomi, sosial, budaya, religius dan lain-lain haruslah dibawa kepada filsafat dalam pengertian realita.

Menurut Prof Dr. M. J. Langeveld : “……bahwa hakikat filsafat itu berpangkal pada pemikiran keseluruhan sarwa sekalian scara radikan dan menurut sistem”.

1. Maka keseluruhan sarwa sekalian itu ada. Ia adalah pokok dari yang dipikirkan orang dalam filsafat

2. Ada pula pikiran itu sendiri yang terhadap dalam filsafat sebagai alat untuk memikirkan pokoknya

3. Pemikiran itupun adalah bahagian daripada keseluruhan, jadi dua kali ia teradapat dalam filsafat, sebagai alat dan sebagai keseluruhan sarwa sekalian

Menurut Mr. D. C Mulder menulis sebagai berikut :

“ Tiap-tiap manusia yang mulai berpikir tentang diri sendiri dan tentang tempatnya dalam dunia, akan mengahdapi beberapa persoalan yang begitu penting sehingga persoalan-persoalan itu boleh diberi nama persoalan-persolan pokok”.

Louis Kattsoff mengatakan lapangan kerja filsafat itu bukan main luasnya yaitu meliputisegala pengetahuan manusia serta segala sesuatu apa saja yang ingin diketahui manusia. Dr. A. C Ewing mengatakan bahwa kebenaran, materi, budi, hubungan materi dan budi, ruang dan waktu, sebab, kemerdekaan, monisme lawan fluarlisme dan tuhan adalah termasuk pertanyaan-pertanyaan poko filsafat

C. Ruang Lingkup Filsafat

Para ahli mengatakan bahwa ruang lingkup dari ilmu filsafat yaitu :

Tentang hal mengerti, syarat-syaratnya dan metode-metodenya.

Tentang ada dan tidak ada.

Tentang alam, dunia dan seisinya.

Menentukan apa yang baik dan apa yang buruk.

Hakikat manusia dan hubungannya dengan sesama makhluk lainnya.

Tuhan tidak dikecualikan.

Filsafat itu erat hubungannya dengan pengetahuan biasa, tetapi mengatasinya karena dilakukan dengan cara ilmiah dan mempertanggungjawabkan jawaban-jawaban yang diberikannya.

Filsafat adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempunyai sifat-sifat ilmu pengetahuan tapi. Akan tetapi jelaslah bahwa filsafat tidak termasuk ruangan ilmu pengetahuan yang khusus. Filsafat boleh dikatakan suatu ilmu pengetahuan, tetapi obyeknya tidak terbatas, jadi mengatasi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya merupakan bentuk ilmu pengetahuan yang tersendiri, tingkatan pengetahuan tersendiri.

Para ahli mengatakan bahwa ruang lingkup dari ilmu filsafat yaitu :

a. Tentang hal mengerti, syarat-syaratnya dan metode-metodenya.

b. Tentang ada dan tidak ada.

c. Tentang alam, dunia dan seisinya.

d. Menentukan apa yang baik dan apa yang buruk.

e. Hakikat manusia dan hubungannya dengan sesama makhluk lainnya.

f. Tuhan tidak dikecualikan.

Ruang lingkup dari filsafat yaitu :

a. Tentang pengetahuan : logika yang memuat :

a. Logika formil yang mempelajari asas-asas atau hukum-hukun berpikir yang harus ditaati agar kita dapat berpikit dengan benar dan mencapai kebenaran. jadi bagaimana orang harus berpikir dengan baik dan aturan-aturan untuk itu. Hukum-hukum logika berlaku dan penting bagi semua ilmu pengetahuan lainnya pula, bagi filsafat merupakan alat yang harus dikuasai lebih dahulu.

b. Logika materiil kritik (epistimologi)

Yang memandang ilmu pengetahuan (materil) dan bagaimana isi ini dapat dipertanggungjawabkan. Jadi mempelajari perihal :

1. Sumber dan asal pengetahuan

2. Alat-alat pengetahuan

3. Proses terjadinya pengetahuan

4. Kemungkinan dan batas pengetahuan

5. Kebenaran dan kekeliruan

6. Metode ilmu pengetahuan dan lain-lain.

2.  FILSAFAT PENDIDIKAN

Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.

Beberapa aliran filsafat pendidikan;

1.      Filsafat pendidikan progresivisme. yang didukung oleh filsafat pragmatisme.

2.      Filsafat pendidikan esensialisme. yang didukung oleh idealisme dan realisme; dan

3.      Filsafat pendidikan perenialisme yang didukung oleh idealisme.

Progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal; menyala. tidak pernah sampai pada yang paling ekstrem, serta pluralistis. Menurut progresivisme, nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kehudayaan. Belajar berfungsi untuk :mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks.  Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

3.  ESENSIALISME DAN PERENIALISME
 
Esensialisme berpendapat bahwa dunia ini dikuasai oleh tata yang tiada cela yang mengatur dunia beserta isinya dengan tiada cela pula. Esensialisme didukung oleh idealisme modern yang mempunyai pandangan yang sistematis mengenai alam semesta tempat manusia berada.

Esensialisme juga didukung oleh idealisme subjektif yang berpendapat hahwa alam semesta itu pada hakikatnya adalah jiwa/spirit dan segala sesuatu yang ada ini nyata ada dalam arti spiritual. Realisme berpendapat bahwa kualitas nilai tergantung pada apa dan bagaimana keadaannya, apabila dihayati oleh subjek tertentu, dan selanjutnya tergantung pula pada subjek tersebut.

Menurut idealisme, nilai akan menjadi kenyataan (ada) atau disadari oleh setiap orang apabila orang yang bersangkutan berusaha untuk mengetahui atau menyesuaikan diri dengan sesuatu yang menunjukkan nilai kepadanya dan orang itu mempunyai pengalaman emosional yang berupa pemahaman dan perasaan senang tak senang mengenai nilai tersehut. Menunut realisme, pengetahuan terbentuk berkat bersatunya stimulus dan tanggapan tententu menjadi satu kesatuan. Sedangkan menurut idealisme, pengetahuan timbul karena adanya hubungan antara dunia kecil dengan dunia besar. Esensialisme berpendapat bahwa pendidikan haruslah bertumpu pada nilai- nilai yang telah teruji keteguhan-ketangguhan, dan kekuatannya sepanjang masa.

Perenialisme berpendirian bahwa untuk mengembalikan keadaan kacau balau seperti sekarang ini, jalan yang harus ditempuh adalah kembali kepada prinsip-prinsip umum yang telah teruji. Menurut. perenialisme, kenyataan yang kita hadapi adalah dunia dengan segala isinya. Perenialisme berpandangan hahwa persoalan nilai adalah persoalan spiritual, sebab hakikat manusia adalah pada jiwanya. Sesuatu dinilai indah haruslah dapat dipandang baik.

Beberapa pandangan tokoh perenialisme terhadap pendidikan:

1.      Program pendidikan yang ideal harus didasarkan atas paham adanya nafsu, kemauan, dan akal (Plato)

2.      Perkemhangan budi merupakan titik pusat perhatian pendidikan dengan filsafat sebagai alat untuk mencapainya ( Aristoteles)

3.      Pendidikan adalah menuntun kemampuan-kemampuan yang masih tidur agar menjadi aktif atau nyata. (Thomas Aquinas)

Adapun norma fundamental pendidikan menurut  J. Maritain adalah cinta kebenaran, cinta kebaikan dan keadilan, kesederhanaan dan sifat terbuka terhadap eksistensi serta cinta kerjasama.

4.  PENDIDIKAN NASIONAL
 
Pendidikan nasional adalah suatu sistem yang memuat teori praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat bangsa yang bersangkutan guna diabdikan kepada bangsa itu untuk merealisasikan cita-cita nasionalnya.

Pendidikan nasional Indonesrn adalah suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan pratek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh flisafat bangsa Indonesia yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia guna memperlanar mencapai cita-cita nasional Indonesia.

Filsafat pendidikan nasional Indonesia adalah suatu sistem yang mengatur dan menentukan teori dan praktek pelaksanaan pendidikan yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh filsafat hidup bangsa "Pancasila" yang diabdikan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia dalam usaha merealisasikan cita-cita bangsa dan negara Indonesia.

219 Nama Bayi Perempuan



Berikut rangkaian nama  bayi perempuan atau wanita atau cewek dari A sampai U

1
 Aisyah hasna shofiyah
kehidupan yg baik dan lembut aisya: kehidupan hasna: kebaikan shofiyah: lembut


2
Adzkia samha saufa
yg cerdas, murah hati dan penyabar adzkia: cerdas samha: murah hati saufa: sabar


3
Afifah zahidah
yg terpelihara dan menyukai zuhud/akhirat afifah: wanita yang terpelihara zahidah: menyukai akhirat/zuhud


4
Afwa nur fuadi
anugerah paling baik yg menjadi cahaya hati afwa: anugerah, paling baik nur: cahaya fuadi: hati


5
Ahla urwatun nafisah
yg manis dan menjadi pegangan berharga ahla: manis urwah: harga, pegangan an-Nafisah: berharga


6
Ainun mahya
Mata yang bersinar


7
Aisha farhana
Anak perempuan yang hidup dan bergembira


8
Ajla nisa maliha
wanita yg bercahaya dan cantik ajla: terang bercahaya nisa: wanita maliha: indah, cantik


9
Aminah nurul wafa
yg aman serta selalu menepati janji aminah: aman, suka cita nurul: cahaya al_wafa: yg selalu menepati janjinya


10
Annisa faiha
 Anak perempuan yang memiliki banyak kelebihan


11
Ariqa fatina
 Anak perempuan baik budi dan menarik hati


12
Askana sakhi
 Anak perempuan yang baik hati dan murah hati


13
Assyifatu haifa
Anak perempuan yang bagaikan obat penawar dahaga


14
Athifa farihan warda
Anak perempuan yang memiliki perasaan gembira bagai bunga mawar


15
Badriyya shaliha
Anak perempuan yang cantik dan sholihah


16
Badriyyah nur syifa
 perempuan yg bersinar bagai rembulan dan menjadi cahaya kesembuhan badriyyah: bulan nur: cahaya syifa: kesembuhan


17
Bahiyya atiqa faiha
Anak perempuan yang cantik yang memiliki keindahan dan banyak kelebihan


18
Bahriyyah simiya
wanita cantik yg indah seperti lautan bahriyyah: bangsa lautan simiya: kecantikan, keindahan


19
Balma ramadhani
 jelita seperti purnama balma: malam di bulan purnama ramadhani: ramadhan


20
Balqis adzra
Ratu yang terhormat


21
Balqis tsiqlah nafisah
 ratu yang berlimpah harta balqis: ratu balqis tsiqlah: harta benda nafisah: berharga


22
Banat jamila
 perempuan cantik banat: anak perempuan jamila: cantik, indah


23
Baria kamilia
 Anak perempuan yang bagaikan pepohonan yang selalu hijau dan unggul


24
Basima wardatul zhahira
 Anak perempuan yang tersenyum bagai bunga mawar yang bercahaya


25
Basyasya afifa
 Anak perempuan yang memiliki wajah berseri-seri sedang mensucikan diri


26
Batsnah labiqah raisya
 wanita cantik, pandai, lembut dan kaya raya batsnah: wanita cantik labiqah: lemah lembut perangainya raisya: kaya raya


27
Bilqis faiha rifda
 Ratu yang memiliki banyak kelebihan pemberi pertolongan


28
Bilqis ufaira
 Ratu yang pemberani


29
Buraira balqis faiha
 Ratu yang memiliki banyak kelebihan dan selalu berbuat baik


30
Butsaina iftitah naila
 Permulaan dari anak perempuan yang cantik adalah anugerah


31
Dalisha lulu mumtazah
yg isitimewa yg berkilau bagai mutiara dalisha: kilau cahaya lulu (luluah): sejenis mutiara mumtaz: istimewa, spesial


32
Daliya karimatun nisa
yg terhormat dan harum bagai bunga dahlia daliya: bunga dahlia karimah: mulia, terhormat an-nisa: perempuan


33
Daliya zahra khasieb
 Anak perempuan yang bagaikan bunga pohon anggur yang subur


34
Damitsa nur aini
yg berakhlak baik, sopan dan bercahaya bila dipandang (mata) damitsa: sopan, akhlak baik nur: cahaya aini: mata


35
Damiyah imroah bahiroh
 yg baik, bersinar dan membawa berkah damiyah: kebaikan, berkah imroah: wanita bahiroh: bersinar


36
Dary arrifda
Anak perempuan pemberi pertolongan yang lemah lembut


37
Dary azzalfa
Anak perempuan yang bagaikan permukaan mutiara yang lembut


38
Dayyin dhawiya hayati
perempuan beragama yg menerangi kehidupan dayyin: beragama dhawiya: peneranghayati: kehidupan


39
Dhafitha nizza nur azizah
wanita dermawan cerdas yg memiliki cahaya keagungan dhafitta: murah hati, dermawan nizza: cerdas nur: cahaya azizah: agung


40
Dhawiya nisrin naziha
mawar putih yg bersinar bagai pelita kehidupan dhawiya: lampu, pelita


41
Diana durriyatul janna
Agama yang bercahaya bagai mutiara surga


42
Diana syauqia
Anak perempuan yang bagaikan agama yang dirindukan


43
Duratul hikmah
Mutiara Hikmah


44
Durrriya naila talita
Gadis yang suka memberi bagaikan cahaya mutiara


45
Dzakira aftani
Anak perempuan yang memiliki ingatan yang mengagumkan


46
Dzakira talita zahra
Gadis yang berzikir bagai bunga


47
Dzakiyya talita sakhi
Gadis cerdas yang murah hati


48
Fadhila kabsya kasiya
pemimpin yg mulia, unggul dan terhormat fadhila: utama, unggul kabsya: pemimpin kasiya: mulia, terhormat


49
Fadya jamil annida
Seruan indah yang menyelamatkan


50
Fahdah fatin fadlilah
perempuan yang baik, menarik, unggul fadhah: baik fatin: yg memikat hati fadlilah: utama, unggul


51
Fahma rasyuqa
yg memiliki pemahaman dan cekatan fahma: paham, mengerti rasyuqa: cekatan, cerdas


52
Faida annaila
Pemberian yang bermanfaat


53
Faidha zharufa atikah
perempuan cantik yang banyak berbuat kebaikan dan mulia faidha: banyak kebaikannya zharufa: cantik atikah: mulia


54
Faiha nada zalfa
 Anak perempuan yang bagaikan embun di kulit mutiara yang banyak kelebihannya


55
Faiza alya aziza
 Pemenang yang tinggi dan mulia


56
Fajra nada nadifa
 Anak perempuan yang bagaikan embun pagi yang bersih


57
Fakhira fauziyyah
 yg memiliki keagungan dan kebahagiaan fakhira: agung fauziyyah: bahagia


58
Fakhira salwa nabila
 Burung puyuh yang bagus dan cerdik


59
Fakhma nuha mufidah
 perempuan agung yg berakal sehat serta bermanfaat fakhma: agung, mulia nuha: berakal sehat, cerdas mufidah: berguna


60
Fany azhar aziza:
 Bunga yang fana dan mulia


61
Faqiha  fashihatunnisa
 perempuan yg memiliki pemahaman dan fasih dalam berbicara faqihah: paham, mengerti fashihah: yg pintar berbicara an_nisa: perempuan


62
Farah azhar:
 Anak perempuan yang bagaikan Bunga-bunga dan kesenangan


63
Farah nur fitriyah
 wanita yg menyenangkan dan sumber cahaya kesucian farah: senang nur: cahaya fitriyah: kesucian


64
Farhah mufidah
 perempuan yang bahagia dan bermanfaat farhah: kebahagiaan mufidah: berguna, bermanfaat


65
Farhana raqwani
 Kemajuan yang menggembirakan


66
Farida kamila zuhdi
 Anak perempuan yang bagaikan permata yang mahal dan sempurna yang rendah hati


67
Gathifa rafiqah
 wanita yang lebat alisnya, baik-ramah-halus gathifah: yg lebat alisnya rafiqah: baik, ramah, lembut (wataknya)


68
Ghadira arisha afifah
 perempuan subur, cekatan dan terpelihara dari dosa ghadira: subur arisha: tangkas, cekatan afifah: terpelihara dari dosa


69
Ghaida nur khalishah
 perempuan lembut yg memancarkan cahaya kesucian ghaidah: perangai halus, lembut nur: cahaya khalishah: murni, suci


70
Ghaitsa umdatul hayah
 perempuan yang menerangi dan menjadi penopang kehidupan ghaitsa: menerangi umdatul: tiang penopang al-Hayah: kehidupan


71
Ghaniya alija
 yg banyak harta dan pandai mengobati ghaniya: kaya raya, banyak harta alija: mengobati


72
Ghaniyah isyah thoyyibah
 wanita kaya yang memiliki kehidupan yang bagus ghaniyah: kaya raya isyah: kehidupan thoyyibah: baik, bagus


73
Ghariya zarufa abidah
 perempuan cantik, indah dan senang beribadah ghariya: cantik zarufa: elok, cantik abidah: ahli ibadah


74
Ghariza sabiyya
 wanita setia berkilau bagai mutiara ghariza: taat, setia sabiyya: mutiara


75
Ghaurah sajha muthi’ah
 perempuan taat yg selalu menerangi ghaurah: matahari, penerang sajha: bagus muthi’ah: taat, penurut


76
Ghaziya hafiza
 Anak perempuan pejuang yang menjaga kesuciannya


77
Ghaziyah sa’ida
 pejuang yang berbahagia ghaziyah: pejuang sa’ida: bahagia


78
Ghina ulyah syarifah
 perempuan kaya yg luhur dan mulia martabatnya ghina: kaya raya ulya: luhur, tinggi martabat syarifah: mulia, terhormat


79
Ghizah thabibah munirah
 penyembuh yg bercahaya dan memberikan kegembiraan ghizah: gembira thabibah: penyembuh, dokter munirah: bercahaya


80
Ghuzmah ramiza rashna
 perempuan bijak bestari yang menjadi kekayaan sempurna ghuzmah: kekayaan ramizah: berakal, bijaksana rashna: sempurna


81
Habibah qidzama lathifah
 kekasih mulia yang dermawan dan lembut habibah: kekasih qidzama: mulia, dermawan lathifah: lembut


82
Hafiza khaira lubna:
 Kebaikan dan kecerdasan yang terpelihara kesuciannya


83
Hafizhah adhiyah
penghafal yg bijak hafizha: penghafal adhiyah: berakal, bijak


84
Hafsya ikhwah shalihah
perempuan yang sungguh-sungguh baik hafsya: amat sangat ikhwah: saudara perempuan shalihah: baik, saleh


85
Haifa aish faiha
Anak perempuan yang ramping dan memiliki banyak kelebihan


86
Hamda sakhia
Anak perempuan yang banyak bersyukur dan murah hati


87
Hana aish salma
Anak perempuan yang bahagia dan selamat


88
Hana khairunnisa
Sebaik-baiknya anak perempuan yang bahagia


89
Hania syakira
Ucapan selamat dan rasa syukur


90
Hanifa rasyida
Muslimah yang teguh dan tegar


91
Hasna nabila
Anak perempuan yang cantik dan cerdik


92
Haura nazhifa
 Bunga yang indah dan mempesona


93
Ifah anis nafisah
harta pilihan yang ramah dan berharga ifah: harta pilihan anis: ramah nafisah: berharga


94
Iffa astila rahma
Anak perempuan yang memiliki keturunan yang baik, rasa hormat dan kasih sayang


95
Iffah nur shobah
perempuan suci yg menjadi cahaya di pagi hari iffah: terjaga, suci nur: cahaya shobah: fajar, subuh, pagi


96
Ifriyyah ulwa fayyihah
wanita cerdik, mulia dan fasih berbicara ifriyyah: cerdik ulwa: mulia fayyihah: pintar ngomong, fasih berbicara


97
Iftina assyabiya rafifa
Gadis kecil yang berakhlk baik yang mengagumkan


98
Ikhwah maulida afifah
perempuan yang dilahirkan dengan terpelihara (dari dosa) ikhwah: saudara wanita maulida: dilahirkan afifah: terjaga (dari dosa)


99
Ilmi suhaima
 Anak perempuan yang memiliki ilmu tentang keberuntungan


100
Ima shabira
 Pemimpin yang penyabar


101
Inaya azmi athifa
 Anak perempuan yang memiliki perhatian, keteguhan hati dan perasaan


102
Inaya rafa
 Anak perempuan yang memiliki perlindungan yang tinggi


103
Insyira fauzia
 Kegembiraan atas kemenangan yang gemilang


104
Irfah udzri mahmudah
 gadis yg sabar dan terpuji irfah: sabar, udzri: gadis , mahmudah: terpuji


105
Irtia naziha
 Kesenangan yang jauh dari hal-hal yang buruk


106
Isyah asriyah
perempuan yang hidupnya dermawan Isyah; kehidupan Asriyah; dermawan


107
Izza hilyah nafisah
perhiaasan berharga yg agung dan mulia Izzah; agung, mulia Hilyah; perhiasan Nafisah; berharga


108
Jaddah masruro
prempuan yang rajin dan bahagia Jaddah; giat, rajin Masruro; bahagia, senang


109
Jafnah namila 
 perempuan dermawan yang gesit Jafnah; dermawan Namila; gesit, cekatan


110
Jahra jamila hudatul haq
perempuan cantik berpipi indah penunjuk kebenaran Jahra; pipi yg indah Jamila; cantik, indah Huda; penunjuk al-Haq;  kebenaran


111
Jahra najwa maliha
perempuan cantik, bagus tubuhnya dan selamat Jahra; bagus tubuhnya Najwa; selamat Maliha; cantik, indah


112
Jaida tsamrotul fuada
perempuan baik yg menjadi buah hati Jaida;  kebaikan tsamroh; buah al-Fuadah; hati


113
Jalilah sahira tsuraoya
wanita cantik terhormat dan bersinar bagai bintang tsuroya Jalilah; agung, terhormat Sahira; bersinar Tsuroya; bintang


114
Jalwa jumanatul rayah
perempuan terang yang menjadi mutiara kehidupan Jalwa;  jelas, terang Jumanah; mutiara al-Hayah; kehidupan


115
Jamila rafif luthfia
Anak perempuan yang cantik dan lembut yang berakhlak baik


116
Jannatu sauqiya
Anak perempuan bagaikan surga yang dirindukan 


117
Jaria salsabila
 Amal yang tak terputus laksana mata air surga


118
Jauhara zahrani
 Anak perempuan yang bagaikan permata yang berkilauan


119
Jauza jahira
 Anak perempuan yang bagaikan buah kenari yang berkilau


120
Jihan talita ulfa
 Gadis berwawasan luas yang ramah


121
Juhaina zakiya
 Anak perempuan yang bagaikan kebun yang tumbuh dengan baik


122
Kabsya nisa abidah
 wanita pemimpin yang ahli ibadah Kabsya; pemimpin, leader Nisa; wanita Abidah; ahli ibadah


123
Kafa bahjah saniyyah
 wanita yg tercukupi hidupnya dan meniadi perhiasan luhur  Kafa; tercukupi Bahjah; perhiasan Saniyyah; luhur, tinggi


124
Kafiya nur sa’ ida
 wanita yang mencukupi dan memancarkan cahaya kebahagiaan Kafiya; yg mencukupi Nur; cahaya sa’ida; yg bahagia


125
Kahda zahra jamila 
 yg sungguh-sungguh harum dan cantik Kahda; sungguh-sungguh Zahra; harum Jamila; indah, cantik


126
Kaisa marhamah sajihah
 manis, cerdas dan mendapatkan rahmatNya Kaisa;  manis dan cerdas Marhamah; dapat rahmatNya Sajihah;  baik


127
Kalila rifda
 Anak perempuan yang memberi pertolongan dengan lemah lembut


128
Kamila billah marhamah
 wanita sempurna, banyak rejeki dan dirahmati Allah Kamila;  sempurna Billah; rejeki Marhamah; dapat rahmatNya


129
Kamila nuraini
 wanita sempurna dan bercahaya matanya Kamila; sempurna Nur; cahaya Aini; mata


130
Kamiya zhabyah zhafira
 gadis pemberani dan mendapatkan kemenangan Kamiya;  pemberani Zhabyah; gadis Zhafira; kemenangan


131
Kanisa ajiba
 wanita cantik yang luar biasa Kanisa; wanita cantik Ajiba; ajaib, luar biasa


132
Karima haura zuhda
 Anak perempuan berkulit putih yang mulia dan rendah hati


133
Karimatun nisa
 kemuliaan seorang perempuan Karimatun;  mulia An-Nisa;  wanita


134
Karuma farwah fashihah 
 wanita mulia yang fasih berbicara Karuma;  mulia Farwa;  mahkota Fashihah; fasih lisannya


135
Kasyida khirwa damitsa
 wanita pekerja keras yg menyenangkan, sopan dan baik akhlaknya Kasyida; pekerja keras Khirwa; menyenangkan Damitsa; sopan, baik akhlak


136
Kauma safiya salsabila
 tinggi (badannya) dan lembut seperti mata air surga Kauma; tinggi Safiya; halus Salsabila; mata air surga


137
Khadziya nisrina:
 Bunga mawar putih yang harum baunya


138
Khaira talita rumi
 Gadis yang baik hati laksana seorang penyair Ibnu Rumi


139
Khairunnisa salsabila
 Sebaik-baiknya wanita laksana mata air surga


140
Khalida jamila
 wanita dengan kecantikan yang abadi Khalida; abadi, kekal Jamila; cantik, indah


141
Khalifa sakhi
 Anak perempuan sebagai pemimpin yang murah hati


142
Khansa saniyyah
 wanita yang baik dan luhur martabatnya Khansa; wanita baik Saniyyah; tinggi martabatnya


143
Khatami sahira
 Mata air terakhir


144
Khazana ridha naila
 Anak perempuan yang suka memberikan hartanya denga ikhlas


145
Labibah zakiyya
 Anak perempuan yang cerdik dan cerdas


146
Lahfah salsabila
 wanita yang rindu pada mata air surgawi Lahfah; kerinduan Salsabila; mata air surgawi


147
Laila faiha
 Malam yang memiliki banyak kelebihan


148
Laila madihah
 kekasih yang terpuji Laila; kekasih Madihah; yg terpuji


149
Laila nahwah
 kekasih yang berakal Laila;  kekasih Nahwah;  berakal, cerdik


150
Laimuna haura hasna
 Gadis berkulit putih yang cantik laksana jeruk yang manis


151
Lathifah abidah
 wanita ahli ibadah yang lembut Lathifah; lemah lembut Abidah;  ahli ibadah


152
Latifa qotrunnada
 Anak perempuan yang lembut bagaikan tetesan embun


153
Lulu nafisah
 mutiara yang berharga(luluah); mutiara Nafisah; berharga


154
Luthfia nisrina
 Gadis yang lembut bagaikan bunga mawar putih


155
Luthfia zahra talita
 Gadis lemah lembut yang selalu berseri-seri


156
Mahira hasna kamila
 Kepandaian dan kecantikan yang sempurna


157
Mahwa masybubah
 mutiara yang cerdik Mahwa; mutiara Masybubah;  yg cerdik


158
Mahwa zubaidah
 mutiara terbaik Mahwa; mutiara Zubaidah; yg terbaik


159
Maida nafisah mumtazah
 yg berbuat baik, berharga dan istimewa Maida; berbuat baik Nafisah; berharga Mumtazah;  istimewa


160
Maisyara salsabila
 Ketenangan mata air surga


161
Maiza raisya munifah
 wanita yang kuat, kaya dan luhur budinya Maiza;  kuat Raisya; kaya Munifah; luhur budinya


162
Majda farha
 wanita mulia dan bahagia Majda; luhur, mulia Farha; bahagia


163
Mardiyatu el-hazima
 Anak perempuan yang teliti dan mendapatkan keridhoan Allah


164
Mawaddatu shifwa
 Kasih sayang seorang sahabat akrab


165
Mufida salsabila
 Anak perempuan yang bermanfaat laksana mata air surga


166
Na’ima ulfatunnisa
 wanita yg menyenangkan dan lemah lembut na’ima; Menyenangkan Ulfah; lemah lembut  an-Nisa;  perempuan


167
Na’sa khalisa
 kekayaan yg bersih dan suci na’sa; kekayaan Khalisa; suci, bersih, murni


168
Nabila hasna amira
 Kecerdikan dan kecantikan seorang ratu


169
Nabilla nur rabbani 
 yg cantik, indah dan memiliki cahaya  ketuhanan Nabilla; cantik, indah Nur; cahaya Rabbani; bersifat ketuhanan, saleh


170
Nada fajria salsabila
 Embun pagi dari mata air surga


171
Nada farah maulida
 wanita murah hati dan dilahirkan dalam  kebahagiaan Nada; murah hati Farah; senang, bahagia Maulida; dilahirkan


172
Nadhifatul azhar
 Bunga-bunga yang bersih


173
Nadhira thafana
 yg manis dan akhlaknya mulia Nadhira;  elok, manis Thafana; mulia akhlaknya


174
Nadiya maulida husna
 yg murah hati dan dilahirkan dalam kebaikan Nadiya; murah hati Maulida; dilahirkan


175
Nadzira qurbah shalihah
 yg waspada mendekatkan diri pada Allah dan  baik Nadzira; waspada Qurbah; mendekatkan diri padaNya  Shalihah; saleh, baik


176
Nafhah naila wafa
 wanita harum mulia dan menepati janji Nafhah; harum Naila; mulia Wafa; menepati janji


177
Nafisah qithi munifah
 yg berharga, adil dan luhur budinya Nafisah; berharga Qisthi; adil Munifah; luhur budi


178
Nafla syakira
 Bunga matahari yang pandai bersyukur


179
Naila muazara ulfa
 Anak perempuan yang baik hati dan murah hati


180
Najwa khaira wilda
 Bisikan kebaikan dari seorang bidadari


181
Naura hasna annida
 Anak perempuan yang mempesona bagai bunga yang indah


182
Naura nadhifa akmal
 Bunga yang bersihnya lebih sempurna


183
Nida rania fajria
 Seruan yang mempesona di pagi hari


184
Nisaka Irdina
Wanita secantik rembulan yang penuh dengan kehormatan. Nisaka; secantik rembulan, Irdina;kehormatan


185
Nisrina arij hisana
 Bunga mawar putoh yang sangat harum dan cantik


186
Qabila maila muhsinah
 yg bertanggung jawab dan condong pada kebaikan Qabila; menjamin Maila; condong Muhsinah; baik


187
Qafisha qurratul’ain
 wanita cekatan yang menjadi penghias mata Qafisha; gesit, cekatan qurratul’ain;  penghias mata


188
Qafiya nurul jannah
 yg pandai menghormati dan ahli surga Qafiya;  menghormati Nur; cahaya al-Jannah; surga


189
Qahiya thasa rahimah
 yg makmur, menawan dan penyayang Qahiya; sejahtera, makmur Thasa; menawan hati Rahimah; penyayang


190
Qaila halimah
wanita pemimpin yang bijaksana Qaila; pemimpin Halimah; bijak bestari


191
Qamira nur syifa
perempuan putih bersih bercahaya kesembuhan Qamira; putih Nur; cahaya Syifa; kesembuhan


192
Qonita isman taqiyya
 Anak perempuan yang taat kepada suami dan bertaqwa kepada Tuhannya


193
Qosama afkar bashira
 Keindahan dari buah pikiran yang bijaksana


194
Qotrunnada salsabila
 Tetesan embun dari mata air surga


195
Rafia fatina
 Anak perempuan anggun yang menarik perhatian


196
Rahima talita shaliha
 Gadis baik yang penuh kasih sayang


197
Rahma shafiyya
 Kasih sayang dari seorang kawan yang tulus


198
Raida fakhira
 Pemimpin perempuan yang membanggakan


199
Rasyidatu shafa
 Petunjuk jalan yang lurus di bukit Shafa


200
Sahla saida
 Anak perempuan yang mendapatkan kemudahan dan kebahagiaan


201
Sakinatu marwa
Ketengangan saat berada di bukit Marwa


202
Salima naziha
 Anak perempuan yang selamat dan bersih dari noda


203
Salsabila nadhifa
 Mata air surga yang bersih


204
Salwa zakiyya
 Burung puyuh yang tumbuh dengan baik


205
Sayyida hakama
 Pemimpin perempuan yang bijaksana


206
Shofie salsabila
 Mata air surga yang jernih


207
Suhaila ilma nafia
 Kemudahan dalam mendapatkan ilmu yang bermanfaat


208
Syafiyya rahma
 Seorang teman yang tulus penuh kasih sayang


209
Syifa sauqiya
 Anak perempuan laksana obat penawar rindu


210
Talita hasna humaira
 Gadis yang cantik yang pipinya kemerah-merahan


211
Tamimatu el-qaida
 Pemimimpin perempuan yang kuat


212
Tasmira kamil
 Permata yang indah dan sempurna


213
Tasnim thufaila
 Angin semilir yang lembut dan halus


214
Tsabita shifwa
 Sahabat yang memiliki keteguhan hati


215
Ufaira nur afifa
Anak perempuan pemberani yang memancarkan cahaya kesucian diri


216
Ulfa aliya fitri
Anak perempuan sebagai anugerah di malam ke-13 bulan purnama yang menerangi hati


217
Ulfa khairunnisa
 Sebaik-baiknya wanita yang ramah terhadap orang lain


218
Uzda jamila
Anak perempuan yang memiliki kelebihan yang indah


219
Uzda shafiyya
 Kawan yang tulus dan memiliki kelebihan



Identifikasi Jenis Kelamin Betina dan Jantan

Identifikasi Jenis Kelamin Betina dan Jantan Pada Tanaman Kurma dari Biji untuk semua Varietas Dengan metode Pengamatan Pola Sirip ...