Wednesday, 20 November 2013

MAKALAH DOA

  1. Pengertian
Do’a berasal dari bahasa arab yaitu ad-du’a yang artinya permohonan atau permintaan.
Ada[pun do’a menurut istilah.Do’a adalah permohonan manusia kepada Alloh SWT dengan penuh pengharapan agar tercapai segala sesuatu yang di inginkan dan terhindar dari segala perkara yang ditakuti dan tidak diinginkan.
Dasar Hukum Dasar hukum disyari’atkanya do’a adalah Al-quran dan hadsts Nabi saw,yaitu:
1. Al-Quran Surat AL-Bakoroh:186

186.  Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
2. AL_Quran Surat AL Mukmin(40):60
È
60.  Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.
[1326]  yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.
3. Hadits Rosululloh SAW Riwayat At-timidzi
Diriwayatkan dari Abu Hurairoh r.a berkata Rosululloh SAW bersabda: “Barangsiapa tidak             berdoa kepada Alloh SWT,Maka Alloh SWT akan Murka”
4. Hadits Rosululloh SAW Riwayat Ibnu Majah
  1. Keutamaan dan Manfaat berdo’a
    1. Keutamaan berdo’a
      1. Keutaman Do’a disisi Alloh SWT melibihi dari segala keutaman yang lainya.
(HR.At-tirmidzi,Ibnu Majah dan al-Hakim dengan lafadz Ibnu Majah)
b.   Do’a sebagai ibadah,(HR.Ashabus Sunan dan al-Hakim,dengan lafadz dari Ibnu
Majah)
  1. Manfaat Do’a
Do’a sebagai sarana untuk memohon ampunan dosa, sebagimana firman Alloh SWT dalam surat  Al-Muzzamil(73):20
  1. Syarat-syarat berdo’a
Syarat-syarat berdo’a agar dikabulkan oleh Alloh SWT adalah:
  1. beriman dan memenuhi kewajiban kepada Alloh SWT(QS.AL-Baqarah:186)
  2. Berdo’a langsung kepada Alloh SWT tanpa perantara (QS.Al-Fatihah:5)
  3. memperbanyak Istghfar (mohon ampun) kepada Alloh SWT sebelum berdo’a (QS.Nuh:10-12
  4. Yakin bahwa do’a yang diucapkan itu akan dikabulkan Alloh SWT(QS>AL-Mukmin:60)
  5. Berdo’a disertai dengan usaha (QS.AL-Ra’du:11)
  1. Waktu yang makbul untuk berdo’a
    1. pada hari jum’at.(HR.At-Tis’ah dengan lafadz Al-Bukhori;dan HR.Muslim dan Abu Daud dengan lafadz dari Muslim)
    2. Waktu berpuasa.(HR.At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
    3. waktu sepertiga malam terakhir.(HR.Bukhari,Muslim,At-Timidzi,AbuDaud,Ibnu Majah dan Ahmad dengan lafadz dari al-Bukhari)
    4. Waktu antara adzan dan iqomat.(HR.Abu Daud,At-Tirmidzi,Ahmad)
    5. Waktu sujud.(HR.Muslim,An-Nasa;i.Abu Daud,dan Ahmad,dengan lafadz dari Muslim)
  1. Adab Berdo’a
    1. mangangkat tangan ketika berdo’a. (HR.Ibnu Majah)
    2. Memulai dengan memuji Alloh SWT dan bershalawat atas nabi Muhammad SAW serta menutup dengan Hamdallah.(HR.Ashabud sunan dengan lafadz dari Abu Daud)
    3. Berdo’a dengan tadharru’ (merendahkan diri) dan suara perlahan.(QS.Al-A’rof:55)
    4. Menutup dengan hamdallah.(QS.Yunus :10)
G.Orang-orang yang makbul Do’anya
Ada beberapa golongan manusia yang do’anya makbul(diterima) disis Alloh SWT. Nabi
Muhammad SAW manjelaskan bahwa golongan manusia yang maqbul do’anya adalah :
  1. Orang yang berpuasa
  2. Pemimpan yang adil
  3. Orang yang teraniaya
  4. Orang Tua
  5. Musafir
(HR.At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dan HR.Abu Daud, At-tirmidzi,Ibnu Majah dan Ahmad)
H. Cara alloh SWT mengabulkan Do’a
Cara Alloh mengabulkan do’a seseorang adalah:
a.   Do’anya segera dikabulkan
  1. Ditabung untuk akhirat
  2. Dijauhkan dari yang sebanding dengan do’anya
(HR.Ahmad)
I.Lafadz-lafadz Do’a
Pada prinsipnya lafadz-lafadz do’a yang dapat dan baik digunakan untuk berdo’a adalah do’a yang terdapat dalam Al-Quran dan Sunnah Maqbukllah (Shahihah). Ini berkaitan do’a sebagai salah satu ibadah,kecuali untuk do’a-do’a tertentu yang memang tidak di temukan dalam Al-Quran dan Sunnah maqbullah , maka boleh menggunakan lafadz dan bahasa yang lain
Do’a keluarga:
74.  Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

1 comment:

Identifikasi Jenis Kelamin Betina dan Jantan

Identifikasi Jenis Kelamin Betina dan Jantan Pada Tanaman Kurma dari Biji untuk semua Varietas Dengan metode Pengamatan Pola Sirip ...