Tuesday, 19 August 2014

Cara Budidaya Entok

Ternak itik memiliki peran besar dalam pemenuhan protein hewani. Selain sebagai penghasil telur, itik juga dikenal sebagai penghasil daging. Salah satu itik pedaging yang mulai berkembang dan banyak diminati saat ini adalah jenis itik-entok yang merupakan hasil perkawinan silang itik betina petelur dan entok jantan melalui inseminasi buatan. Budidaya entok untuk penghasil daging mempunyai beberapa keunggulan, yakni pertumbuhannya cepat, mempunyai bobot potong yang lebih besar, rasanya dagingnya tidak amis dan gurih (sebelum atau sesudah dimasak), tekstur daging yang lebih empuk, biaya produksi yang rendah karena entok pemakan segala, serta kadar lemak yang dimiliki rendah yakni hanya 1% pada area dada dan 1,5 % pada area paha. Bandingkan dengan ayam broiler yang mana lemaknya terdiri atas 6,8% pada bagian paha dan 1,3% pada bagian dada. Selain itu, entok memiliki masa pemeliharaan yang relatif pendek yakni sekitar 8 – 10 minggu saja, dimana dalam jangka waktu tersebut entok sudah mencapai bobot sekitar 2,5 kg/ekor.

Perencanaan budidaya entok

Untuk memulai usaha tertentu, diperlukan perencanaan matang agar usaha tersebut bisa berjalan lancar. Demikian juga dengan usaha budidaya entok, yang mana diperlukan berbagai persiapan sebelum mulai terjun di dalamnya. Beberapa hal yang perlu ditentukan sebelum anda memulai usaha budidaya entokdiantaranya sebagai berikut:

1) Menentukan tujuan budidaya

Jika entok dibudidayakan secara intensif atau dijadikan sumber penghasilan yang utama, maka bila memungkinkan kembangkan usaha budidaya entok ini untuk memenuhi permintaan dari luar daerah. Tetapi bila  usaha budidaya entok hanya dijadikan usaha sampingan saja, maka cukup fokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan usahakan tidak mengeluarkan banyak modal serta batasi tenaga kerja.

2) Menentukan lokasi

Beternak entok bisa diterapkan hampir di seluruh daerah, bisa di area pantai, daerah berbatu maupun berumput, atau di pegunungan. Namun, agar memperoleh hasil yang cukup optimal, peternak perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:

    Usahakan memilih lokasi yang jauh dari kebisingan karena entok tidak menyukai keramaian. Lokasi pemeliharaan seperti ini bisa membuat induk entok enggan untuk bertelur.

    Lokasi beternak harus terpisah dari area pemukiman penduduk, sebab entok menghasilkan bau yang kurang sedap.

    Usahakan lokasi pemeliharaan entok dekat pada sumber air. Komposisi tubuh entok hampir 75% terdiri atas air. Bobot entok menunjukkan jumlah konsumsi air entok tersebut.

    Apabila anda menerapkan sistem intensif dalam budidaya entok, pembuatan kandang harus mempertimbangkan ventilasi yang cukup.

3) Akses listrik, jalan, dan telepon

Listrik sangat menunjang kelancaran budidaya entok. Listrik bisa dimanfaatkan sebagai penghangat bagi anak tiktok, penggerak pompa air, maupun untuk sumber penerangan. Akses jalan juga sangat penting bagi kelangsungan usaha budidaya tiktok, karena bermacam aktivitas dilakukan melewati akses jalan tersebut. Sebagai contoh, pengiriman daging dan bahan baku pasti memanfaatkan fasilitas jalan. Sedangkan telepon dapat digunakan untuk sarana komunikasi dengan konsumen maupun penyedia bahan pakan.

4) Kondisi lingkungan masyarakat

Kondisi lingkungan masyarakat sekitar sangat mempengaruhi usaha budidaya entok. Interaksi dan komunikasi dengan masyarakat sekitar harus terjaga dengan baik untuk menghindari kemungkinan munculnya hambatan dari masyarakat. Misalnya, masyarakat setempat bisa jadi tidak memberikan izin penggunakan lokasi untuk usaha budidaya entok terkait bau yang dihasilkan entok. Oleh sebab itu, peternak perlu memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. Bila peternak membutuhkan tenaga tambahan, alangkah baiknya mengambil pekerja tambahan dari lingkungan tersebut. Selain ikut memberdayakan masyarakat sekitar lokasi, tenaga kerja setempat juga dapat membantu menjaga keamanan lokasi budidaya.

5) Menetapkan sistem pemeliharaan

    Pemeliharaan tradisional

Pemeliharaan tradisional ditempuh dengan sistem integrasi atau menggembalakan entok pada hamparan sawah. Pemeliharaan tradisional melalui sistem integrasi entok dan padi sawah akan semaki efektif jika padi ditanam menggunakan mekanisme jajar legowo. Mekanisme jajar legowo ini dapat memberikan cukup ruang bagi entok untuk beraktivitas khususnya dalam mencari makan pada lahan persawahan itu.

Keuntungan lain yang diperoleh dari keberadaan entok di sawah yakni membantu pemupukan terkait kotoran yang dikeluarkan entok, meningkatkan kandungan oksigen tanah dan meminimalkan keberadaan gulma, rumput, atau hama seperti siput, keong mas, dan serangga karena entok akan memakannya. Selain itu, pakan entok dapat dikurangi sebab entok sudah mendapat tambahan makanan dari gulma, rumput, siput, keong mas, dan serangga dari sawah.

    Pemeliharaan secara semi intensif

Pemeliharaan semi intensif dilakukan dengan mengagon / menggembalakan dan mengandangkan entok. Entok muda dipelihara melalui metode penggembalaan, selanjutnya ketika sudah siap panen, barulah entok dikandangkan dan diberikan pakan ramuan sendiri. Pengandangan entok dimaksudkan agar entok tidak banyak beraktivitas sehingga penggemukan bisa dihasilkan.

    Pemeliharaan secara intensif

Pemeliharaan entok secara intensif ditempuh melalui pengandangan dan tidak disertai penggembalaan selama pemeliharaannya. Sistem pemeliharaan intensif merupakan gabungan dari pemanfaatan manajemen usaha, teknologi, serta efisiensi. Teknologi disini maksudnya adalah mengandangkan entok sehingga pengontrolan kondisi kesehatan entok bisa lebih ditingkatkan. Sedangkan manajemen usaha terkait dengan pengandangan entok dan pemberian pakan yang lebih terkontrol, sehingga dapat dilakukan penghematan biaya produksi. Efisiensi maksudnya adalah penghematan lahan karena pembuatan kandang bisa dibentuk secara bertingkat.

Pemeliharaan entok secara intensif dikelompokkan menjadi dua tahap, yakni starter dan grower-finisher. Entok dalam tahap starter (usia 0-3 minggu), perlu diberikan asupan pakan yang memiliki kandungan nutrisi sesuai kebutuhan ternak. Selain itu, diperlukan juga penerangan di malam hari dan pembuatan kandang berbentuk panggung agar entok tidak kedinginan. Untuk kepadatan entok tiap meter persegi kandang adalah 14-20 ekor.

Teknis budidaya entok

1) Pengadaan bibit

Pengadaan bibit entok dilakukan melalui penyilangan entok jantan dan itik betina. Pengawinan entok jantan (dengan bobot sekitar 5 kg) dan itik betina (bobot sekitar 1,5 kg) selanjutnya menghasilkan entok dengan bobot minimal seberat 3 kg. Sementara pengawinan itik jantan (bobot rata-rata 1 kg) dengan entok betina (bobot rata-rata 1.5 kg) hanya menghasilkan itik berbobot 1 kg saja. Kawin silang ini pada praktek sebenarnya susah dilakukan, mengingat bobot dan ukuran entok jantan jauh lebih berat dan besar dibandingkan itik betina. Sehingga, pengawinan silang itik dan entok tersebut biasanya dilakukan melalui kawin suntik / inseminasi buatan.

2) Penyediaan pakan

Untuk budidaya entok secara intensif, ketersediaan pakan seringkali menimbulkan masalah karena hampir semua peternak masih bergantung pada pakan pabrik, dimana persentase penyediaan pakan ini mengambil porsi sekitar 60-70 % dari total biaya produksi. Pemberian pakan pada sistem intensif terbagi menjadi dua kelompok yakni pakan untuk starter serta finisher / grower.

Ransum untuk entok dapat diramu melalui pencampuran bahan limbah perikanan, pertanian, dan pakan pabrikan (jenis pur dan konsentrat). Untuk jenis limbah perikanan atau pertanian contohnya adalah menir, dedak padi, bungkil kelapa, jagung giling, kepala udang, keong mas, dan ikan rucah segar. Komposisi ransum untuk kelompok starter yakni menir dan pur komersial dicampur dengan perbandingan 1:2, sementara untuk kelompok grower bisa menggunakan formula berikut; pakan kelompok starter kurang lebih 20-40 gram/ekor/hari sebanyak 3-4 kali, atau 40-60 gram/ekor/hari sebanyak 2-3 kali.

3) Bobot tubuh entok

Peningkatan bobot entok terjadi sangat cepat. Dengan asupan pakan yang memadai dan berkualitas, bobot entok berusia 10 minggu bisa mencapai sekitar 2,5 kg. Bobot rata-rata entok yang berumur 5 minggu sekitar 1.229,49 gram/ekor (dengan bobot awal sekitar 40,03 gram), sedangkan entok berusia 10 minggu bobotnya sekitar 1.154-2.076 gram/ekor (dengan bobot awal sekitar 502,4-734,3 gram).

4) Penyakit entok dan pencegahannya

Entok sebenarnya cukup tahan terhadap serangan penyakit, mengingat daya adaptasinya yang sangat baik terhadap kondisi perubahan lingkungan. Namun, ada beberapa penyakit yang ditemukan pada entok akibat tidak berfungsinya faktor-faktor utama penunjang budidaya entok, seperti masalah sanitasi, manajemen, biosecurity, maupun perubahan lingkungan yang diakibatkan oleh suhu dan cuaca.

Jenis-jenis penyakit tersebut diantaranya sallmonellosis (disebabkan oleh bakteri S. entritidis dan Salmonella typhimurium); botulismus (disebabkan bakteri Clostridium botulinum); fowl pox, fowl cholera, avian chlamydiasis, coccidiosis, avian influenza, dan sebagainya. Untuk pencegahan penyakit-penyakit ini biasanya ditempuh dengan cara memperbaiki sanitasi kandang, peningkatan kualitas pakan, dan pemberian vaksinasi. Sedangkan ternak yang telah terserang bisa diberikan antibiotik semisal Furasolidine, Sulfadimidin, Spreptomycin, Tetramysin, dan Oxytetrasiklin.

Demikianlah artikel seputar tips budidaya entok ini. Semoga anda semakin dimudahkan untuk memulai usaha ternak budidaya entok. 


copy dari :budidayasuksesdotcom

Wednesday, 6 August 2014

Ikrar Syawalan Bahasa Jawa


IKRAR SYAWALAN

Bismillahirohmanirohim

Astaghfirullohala’azdim

Kepareng mator, dumateng  bapak-bapak ibu-ibu, ingkang kapernah sepuh, kulo caos sungkem pangabektos. Dumateng bapak-bapak ibu-ibu, lan sederek kulo sedoyo, ingkang kapernah anem, menapa dene ingkang kapernah sesami-sami, kulo ngaturaken salam taklim.

Wonten ing wekdal punika, Sepisan ngatoraken  sedaya kalepatan kula, ingih engkang kasengojo, munopo dene mboten kasengojo, lahir batos nyuwun pangapunten. Lan kulo ugi, caos pangapunten, dumateng panjenengan sedoyo, mbokbilih kagungan kalepatan, dumateng kulo. Mugi-mugi Gusti Allah, paring maghfiroh, dumateng kito sami. Amin ya robbal ‘alamin.

Kaping kalih, ngengingi hak adami, ingkang sampun tumanduk dumateng kulo, ingkang dereng halal, kulo suwun halalipun, dene ingkang sampun halal, mugi-mugi saget mberkahi, manfaati, dumateng kulo sak keluargo.
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ يَا كَرِ يْمُ
آمِينْ × ٣ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ وَالرِّضَا وَالعْــِنَايـــَةُ.
و اَلسَّلاَمُ عَلَــيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ  وَبــَرَكَاتُهُ

Sunday, 3 August 2014

Pertumbuhan Bayi


Menikmati pertumbuhan si bayi dari hari ke hari serasa tak ingin terlewatkan. Hari ini bisa apa dan besok tambah apa. Ini memang menyenangkan terlebih bagi kita yang selalu dekat dengan buah hati kita.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan ibu atau orangtua dalam menikmati tumbuh kembang buah hati, merekam memfoto, video dan lain lain ini sangat mengasikkan nanti dapt menjadi koreksi dan kenangan saat buah hati kita dewasa.

Namun yang terpenting kita mengetahui tidak semua bayi memiliki tumbuh kembang yang sama dengan bayi yang lainyaseperti lebihlamban lebih cepat daripada bayi pada umumya. Apabila terjadi yang seperti diatas terlihat mencolak bisa langsung dikonsultasikan pada doker anda.

Berikut tahapan pertumbuhan bayi pada setiap usianya :

Usia 1 bulan

    Di hari-hari pertama setelah kelahiran, bayi belum bisa membuka matanya. Namun setelah berjalan beberapa hari kemudian, ia akan bisa melihat pada jarak 20 cm.
    Bulan pertama ini bayi akan memulai adaptasinya dengan lingkungan baru
    Memiliki gerakan refleks alami.
    Memiliki kepekaan terhadap sentuhan.
    Secara refleks kepalanya akan bergerak ke bagian tubuh yang disentuh.
    Sedikit demi sedikit sudah bisa tersenyum.
    Komunikasi yang digunakan adalah menangis. Arti dari tangisan itu sendiri akan Anda ketahui setelah mengenal tangisannya, apakah ia lapar, haus, gerah, atau hal lainnya.
    Peka terhadap sentuhan jari yang disentuh ke tangannya hingga ia memegang jari tersebut.
    Tiada hari tanpa menghabiskan waktunya dengan tidur.

Usia 2 bulan

    Sudah bisa melihat dengan jelas dan bisa membedakan muka dengan suara.
    Bisa menggerakkan kepala ke kiri atau ke kanan, dan ke tengah.
    Bereaksi kaget atau terkejut saat mendengar suara keras.

Usia 3 bulan

    Sudah mulai bisa mengangkat kepala setinggi 45 derajat.
    Memberikan reaksi ocehan ataupun menyahut dengan ocehan.
    Tertawanya sudah mulai keras.
    Bisa membalas senyum di saat Anda mengajaknya bicara atau tersenyum.
    Mulai mengenal ibu dengan penglihatannya, penciuman, pendengaran, serta kontak.

Usia 4 bulan

    Bisa berbalik dari mulai telungkup ke terlentang.
    Sudah bisa mengangkat kepala setinggi 90 derajat.
    Sudah bisa menggenggam benda yang ada di jari jemarinya.
    Mulai memperluas jarak pandangannya.

Usia 5 bulan

    Dapat mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil.
    Mulai memainkan dan memegang tangannya sendiri.
    Matanya sudah bisa tertuju pada benda-benda kecil.

Usia 6 bulan

    Bisa meraih benda yang terdapat dalam jangkauannya.
    Saat tertawa terkadang memperlihatkan kegembiraan dengan suara tawa yang ceria.
    Sudah bisa bermain sendiri.
    Akan tersenyum saat melihat gambar atau saat sedang bermain.

Usia 7 bulan

    Sudah bisa duduk sendiri dengan sikap bersila.
    Mulai belajar merangkak.
    Bisa bermain tepuk tangan dan cilukba.

Usia 8 bulan

    Merangkak untuk mendekati seseorang atau mengambil mainannya.
    Bisa memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya.
    Sudah bisa mengeluarkan suara-suara seperti, mamama, bababa, dadada, tatata.
    Bisa memegang dan makan kue sendiri.
    Dapat mengambil benda-benda yang tidak terlalu besar.

Usia 9 bulan

    Sudah mulai belajar berdiri dengan kedua kaki yang juga ikut menyangga berat badannya.
    Mengambil benda-benda yang dipegang di kedua tangannya.
    Mulai bisa mencari mainan atau benda yang jatuh di sekitarnya.
    Senang melempar-lemparkan benda atau mainan.

Usia 10 bulan

    Mulai belajar mengangkat badannya pada posisi berdiri.
    Bisa menggenggam benda yang dipegang dengan erat.
    Dapat mengulurkan badan atau lengannya untuk meraih mainan.

Usia 11 bulan

    Setelah bisa mengangkat badannya, mulai belajar berdiri dan berpegangan dengan kursi atau meja selama 30 detik.
    Mulai senang memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
    Bisa mengulang untuk menirukan bunyi yang didengar.
    Senang diajak bermain cilukba.

Usia 12 bulan

    Mulai berjalan dengan dituntun.
    Bisa menyebutkan 2-3 suku kata yang sama.
    Mengembangkan rasa ingin tahu, suka memegang apa saja.
    Mulai mengenal dan berkembang dengan lingkungan sekitarnya.
    Reaksi cepat terhadap suara berbisik.
    Sudah bisa mengenal anggota keluarga.
    Tidak cepat mengenal orang baru serta takut dengan orang yang tidak dikenal/asing.



Identifikasi Jenis Kelamin Betina dan Jantan

Identifikasi Jenis Kelamin Betina dan Jantan Pada Tanaman Kurma dari Biji untuk semua Varietas Dengan metode Pengamatan Pola Sirip ...