Monday, 17 November 2014

Cara Budidaya Ayam Kampung



Budidaya ternak ayam kampung bisa dikatakan usaha ternak yang paling mudah dan menarik, mudah karena perawatan ayam kampung lebih sederhana dibandingkan dengan budidaya ternak ayam broiler. Menariknya budidaya ternak ayam kampung ini terletak pada harga, dimana harga ayam kampung selalu stabil dan cenderung naik.

Budidaya ayam kampung ataupun biasa dapat dilakukan dengan sederhana atau skala kecil dengan jumlah ternak kuarang dari 50 ekor per periode. Tahapan dalam memulai beternak ayam kampung ini sebagai berikut:
Perencanaan
Sebelum memulai budidaya ayam kampung pedaging sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu dasar-dasar ilmu ternak ayam scara garis besar, semua jenis usaha memiliki resiko kegagalan, begitu juga dengan usaha ayam kampung, resiko paling berat adalah resiko kematian. Beberapa hal yang paling sering menyebabkan kematian mendadak pada ayam kampung adalah karena penyakit seperti gumboro dan flu burung. Kandang ternak ayam sebaiknya jauh dari pemukiman atau rumah anda.

Jika kandang dibangun dekat dengan pemukiman maka pastikan ayam kampung yang anda pelihara divaksinasi, lakukan sterilisasi kandang secara rutin dengan disinfektan. Mintalah petugas peternakan memberikan penyuluhan tentag budidaya ternak ayam kampung. Setelah dasar-dasar ilmu ternak ayam anda ketahui maka dengan mudah perencanaan peternakan dapat anda buat dengan teliti.
Penyediaan kandang ternak
Syarat kandang ternak selain jarak dari pemukiman diantaranya, kandang budidaya ternak ayam kampung dapat dibuat dengan ukuran 1 m2 diisi dengan 7 ekor ayam kampung (ukuran optimal) jika anda memeliharanya dengan system full kandang.

Kandang ayam kampung pedaging yang baik adalah kandang model ren atau postal, untuk ayam kampung kandangnya tidak harus dilapisi dengan litter, sebab ayam kampung memiliki masa pemeliharaan yang lebih lama dibandingkan dengan ayam broiler. kandang ren adalah kandang ternak ayam yang sebagian dari kandang diberi atap dan sebagiannya tidak. Bagian beratap ini biasa digunakan ayam kampung untuk tidur atau berteduh dan bagian yang tidak beratap (terbuka) dijadikan sebagai tempat bermain atau mengais-ngais makanan.
Penyediaan pakan ternak.
Pakan untuk budidaya ayam kampung bisa menggunakan pelet, tapi untuk menghemat biaya pakan anda dapat membuat pakan alternatif berbahan dedak, jagung, bungkil dan tepung tulang. Pakan ayam kapung dibagi menjadi dua jenis yakni pakan untuk DOC dan pakan ayam dewasa.
Pembelian bibit ayam kampung
DOC (Day Old Chick) adalah anak ayam umur 1 – 7 hari DOC ini sering juga disebut dengan bibit. Bisa diperoleh dari memelihara indukan sendiri atau dengan membeli DOC disini

Dengan pemaparan garis besar ini diharapkan bisa memahami cara membudidayakan ayam kampung.

Wednesday, 12 November 2014

TERNAK TAWON KLANCENG ATAU LANCENG

Sampai saat ini, tak banyak yang tahu, lebah Klanceng Trigona , memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan sekaligus peluang usaha cukup menggiurkan. Hewan ini cocok dibudidayakan didaerah perbukitan seperti di perbukitan menoreh wilayah Kabupaten Kulon Progo (Galur, Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Lendah, Panjatan,Nanggulan, Pengasih, Samigaluh, Sentolo, Temon, dan wates) Daerah Istimewa Yogyakarta
 
Lebah Klanceng/Trigona / Klanceng/Trigona atau nama latinnya Apis Trigona, mempunyai ukuran lebih kecil dari lalat. Karenanya, ia memiliki koloni cukup banyak, untuk menghasilkan madu. Tentunya dengan waktu yang cukup panjang, bahkan hingga tiga bulan sekali untuk memanen. Itupun hanya didapat, tak lebih dari 125 mili liter madu Klanceng/Trigona, pada setiap kotak koloni yang dihuni ribuan lebah Klanceng/Trigona.

Untuk budidaya madu lebah Klanceng/Trigona, perlu ketelatenan yang lebih, dibandingkan dengan lebah madu biasa, baik dalam pemindahan koloni lebah, perawatan hingga cara pemanenennya. Selain itu, populasi lebah Klanceng/Trigona membutuhkan udara yang cukup lembab.

Dalam pengambilan madunya misalnya, hingga kini belum ada cara yang praktis serta higienis. Biasanya dengan cara memilih sisir yang berisi madu lalu dikeluarkan dengan cara memeras. Dengan demikian, sebagian larva ada yang mati dan madu masih tercampur sedikit malam maupun tepung sari sehingga terlihat kurang bersih.

Lebah klanceng atau Trigona di budidaya dalam kotak-kotak yang dibuat dari potongan bambu yang dilubangi atau akar pohon yang besar dan berlubang. Semuanya dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan lubang-lubang alamiah kayu, bambu di hutan yang disukai lebah Klanceng/Trigona.

Dibandingkan dengan madu biasa, rasa madu Klanceng/Trigona tidak selalu manis. Bahkan, madu kklanceng/Trigona mempunyai aroma dan rasa asem, termasuk juga pahit. Aroma dan rasanya juga tergantung dari musim buah dimana lebah tersebut menghisap tepungsari yang terdapat pada bunga.

Manfaat dari madu laceng, selain bermanfaat untuk stamina tubuh dan mengandung dha untuk anak-anak, juga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Diantaranya, demam pada anak, dan batuk pilek. Selain itu dapat juga sebagai terapi penyembuhan diare, demam berdarah, radang tenggorokan, liver bahkan luka bakar.

Harganya jauh lebih mahal di banding madu biasa. Namun demikian, madu hasil produksi lebah yang tidak bersengat itu tetap diburu para penggemarnya. Untuk satu botol berukuran seratus lima puluh mili liter misalnya, dihargai enam puluh Lima ribu rupiah. Harga ini lebih mahal dua sampai tiga kali lipat, dari madu lebah biasa, mengingat khasiat dan proses produksi yang lebih lama.

Wednesday, 5 November 2014

Ada 5 jenis hewan yang haram untuk dibunuh

5 jenis hewan yang haram untuk dibunuh. Kelima jenis hewan itu adalah:
1. Ash-shurad
Shurad adalah burung berkepala besar dan berparuh besar, perutnya putih, punggungnya hijau, memangsa serangga dan burung kecil. Burung ini lebih besar dari burung pipit dan terkadang memangsa burung pipit.
2. Kodok/katak.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a, dari Nabi saw beliau bersabda, "Janganlah kalian membunuh katak!" (Shahih, dalam kitab Shahih al-Jami' ash-Shaghir [7390]).
Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Utsman r.a, "Dilarang membunuh katak dengan alasan untuk obat-obatan," (Shahih, dalam kitab Shahih al-Jami' ash-Shaghir [6971]).
3. Semut.
Khatabi dan Baghawi menegaskan bahwa semut di sini bukan semua jenis semut, tapi semut Sulaimaniyah, yaitu semut besar yang tidak membahayakan dan tidak menyerang manusia. Adapun semut-semut kecil yang kadang termasuk wabah dan mengganggu serta menyerang manusia, maka boleh dibunuh. Imam Malik mengatakan makruh hukumnya membunuh semut yang tidak membahayakan. Namun meskipun boleh membunuh semut, tapi sebaiknya mebunuh semut dengan cara tidak membakarnya, karena ada hadist yang menegaskan bahwa yang berhak menyiksa dengan api adalah Tuhan api. (HR Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud).
4. Burung Hud-hud (sejenis burung pelatuk).
Burung Hud-hud adalah burung yang pernah berdialog dengan Nabi Sulaiman. Dan merupakan utusan Nabi Sulaiman yang menyampaikan surat kepada Ratu Bilqis.
5. Lebah.
Kebanyakan ulama mengatakan hukum lebah sama dengan semut dengan landasan hadist di atas, yaitu larangan membunuhnya dan larangan memakannya. Namun para ulama menerangkan bahwa larangan membunuh lebah karena menghasilkan madu yang berguna bagi manusia. Meskipun demikian ada beberapa pendapat lemah yang mengatakan boleh memakan lebah karena disamakan dengan belalang dan begitu juga boleh membunuh lebah karena bisa menyengat, apalagi lebah yang membahayakan dan tidak memproduksi madu.
Kelima hewan ini haram dimakan, berdasarkan hadits Abu Hurairah -radhiallahu 'anhu-, beliau berkata:
نَهَى رسول الله صلى الله عليه وسلم عَنْ قَتْلِ الصُّرَدِ وَالضِّفْدَعِ وَالنَّمْلَةِ وَالْهُدْهُدِ
“Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wasallam- melarang membunuh shurad, kodok, semut, dan hud-hud. (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shohih).
Adapun larangan membunuh lebah, warid dalam hadits Ibnu 'Abbas yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Daud.

PAYUNG HUKUM PELAKU USAH PETERNAKAN

Peraturan Menteri Pertanian maupun undang-undang yang dikeluarkan dalam menjalankan usaha peternakan sebagai berikut :1.  Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang

Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2824);
2. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang

Wabah Penyakit Menular (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3273);
3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang

Pangan (Lembaran Negara Tahun 1996, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3656);
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara 465 Nomor 4437), juncto Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang
Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Menjadi
Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1977 tentang
Penolakan, Pencegahan, Pemberantasan dan Pengobatan Penyakit Hewan (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3101);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1977 tentang
Usaha Peternakan (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3102);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1983 tentang
Kesehatan Masyarakat Veteriner (Lembaran Negara Tahun 1983 Nomor 28, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3253);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1992 tentang
Obat Hewan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3509);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang
Keamanan, Mutu, Gizi Pangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4424);

10. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 420/Kpts/OT.210/7/2001 tentang
Pedoman Budidaya Ternak Ayam Buras Yang Baik (Good Farming Practice);

11. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 424/Kpts/OT.210/7/2001 tentang
Pedoman Budidaya Ternak Ayam Pedaging Yang Baik (Good Farming Practice);
12. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 425/Kpts/OT.210/7/2001 tentang
Pedoman Budidaya Ternak Ayam Petelur Yang Baik (Good Farmin Practice);

13. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 238/Kpts/PD.430/6/2005 tentang
Pedoman Penetasan Ayam Ras Yang Baik;

14. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 299/Kpts/OT.240/7/2005 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian, juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11/Permentan/OT.240/2/2007;

15. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 36/Permentan/OT.140/8/2006 tentang
Sistem Pembibitan Ternak Nasional;

16. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49/Permentan/OT.140/10/2006 tentang
Pedoman Ayam Lokal Yang Baik;

17. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 50/Permentan/OT.140/10/2006 tentang
Pedoman Pemeliharaan Unggas di Pemukiman

Tuesday, 4 November 2014

MACAM MACAM TEPUK TKA TPA

Macam-macam Tepuk’’’
1.      Tepuk Jaya
Plok Plok I Plok Plok S Plok Plok L Plok Plok A Plok Plok M

2.      Tepuk Nabi
Plok Plok Nabimu Plok Plok Muhammad
Plok Plok Ayahnya Plok Plok Abdullah
Plok Plok Ibunya Plok Plok Aminah
Plok Plok Pamannya Plok Plok Abu Tholib
Plok Plok Kakeknya Plok Plok Abdul Mutholib
Plok Plok Istrinya Plok Plok Khodijah
Plok Plok Putrinya Plok Plok Fatimah
Plok Plok Lahirnya Plok Plok di Mekkah
Plok Plok Harinya Plok Plok Hari Senin
Plok Plok Tanggalnya Plok Plok  Dua Belas
Plok Plok Bulannya Plok Plok Rab’ul Awwal
Plok Plok Tahunnya Plok Plok Tahun Gajah
Plok Plok Wafatnya Plok Plok di Madinah

3.      Tepuk Malaikat
Plok Plok Kirim Wahyu Plok Plok Jibril
Plok Plok Bagi Rizqi Plok Plok Mikail
Plok Plok Catat Amal Plok Plok Raqib Atid
Plok Plok Amal Baik Plok Plok Raqib
Plok Plok Amal Buruk Plok Plok Atid
Plok Plok Terompet kiamat Plok Plok Isrofil
Plok Plok Cabut Nyawa Plok Plok Izroil
Plok Plok Tanya di Kubur Plok Plok Munkar Nakir
Plok Plok Jaga Surga Plok Plok Ridwan
Plok Plok Jaga Neraka Plok Plok  Malik

4.      Tepuk Al-Qur’an
Plok Plok Kitabmu Plok Plok Al-Qur’an
Plok Plok Surat kesatu Plok Plok Al Fatihah
Plok Plok Kedua Plok Plok Al Baqoroh
Plok Plok Ketiga Plok Plok Ali Imron
Plok Plok Keempat Plok Plok An Nisaa’
Plok Plok Kelima Plok Plok Al Maidah
Plok Plok Keenam Plok Plok Al An’am
Plok Plok Ketujuh Plok Plok Al A’rof
Plok Plok Kedelapan Plok Plok Al Anfal
Plok Plok Kesembilan Plok Plok At Taubah
Plok Plok Al Baroah Plok Plok Tidak Pakai
Plok Plok Basmallah

5.      Tepuk Sholat
Plok Plok Kulakukan Plok Plok Hati Riang Plok Plok Jiwa Lapang
Plok Plok Shubuh Plok Plok Dua
Plok Plok Dluhur Plok Plok Empat
Plok Plok Ashar Plok Plok Empat
Plok Plok Maghrib Plok Plok Tiga
Plok Plok Isya’ Plok Plok Empat
Plok Plok Tak Pernah Plok Plok  Kutinggalkan

6.      Tepuk Istiqamah
Plok Plok Aku Plok Plok Anak Islam
 Plok Plok Slalu Bangga Plok Plok Dengan Islam
Plok Plok Istiqamah Plok Plok Dalam Islam
Plok Plok Jadi Mentri Plok Plok Tetap Islam
Plok Plok Jadi Mantri Plok Plok Tetap Islam
Plok Plok Tukang Patri Plok Plok Tetap Islam
Plok Plok Sampai Mati Plok Plok Tetap Islam, Islam, Islam,…Yuk

7.      Tepuk Masuk Surga
Plok Plok Bila kita Plok Plok Ingin Surga
Plok Plok Berimanlah Plok Plok Beramallah
Plok Plok Berakhlaq Plok Plok Karimah
Plok Plok Yang bandel Plok Plok No way
Plok Plok Yang durhaka Plok Plok No way
Plok Plok Yang ndak ngaji Plok Plok No way
Plok Plok dengan ngaji Plok Plok Okey

8.      Tepuk Tenang
Plok Plok Bila aku Plok Plok sedang ngaji Plok Plok maka aku Plok Plok harus tenang Plok Plok 1234

Bunga Lidah Kucing atau bunga pukul delapan ungu

Namanya adalah bunga pukul delapan dengan nama latin yaitu Turnera ulmifola L.T, Subuluta J.E. smith, sedang orang jawa sering...