Skip to main content

Pertumbuhan Bayi


Menikmati pertumbuhan si bayi dari hari ke hari serasa tak ingin terlewatkan. Hari ini bisa apa dan besok tambah apa. Ini memang menyenangkan terlebih bagi kita yang selalu dekat dengan buah hati kita.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan ibu atau orangtua dalam menikmati tumbuh kembang buah hati, merekam memfoto, video dan lain lain ini sangat mengasikkan nanti dapt menjadi koreksi dan kenangan saat buah hati kita dewasa.

Namun yang terpenting kita mengetahui tidak semua bayi memiliki tumbuh kembang yang sama dengan bayi yang lainyaseperti lebihlamban lebih cepat daripada bayi pada umumya. Apabila terjadi yang seperti diatas terlihat mencolak bisa langsung dikonsultasikan pada doker anda.

Berikut tahapan pertumbuhan bayi pada setiap usianya :

Usia 1 bulan

    Di hari-hari pertama setelah kelahiran, bayi belum bisa membuka matanya. Namun setelah berjalan beberapa hari kemudian, ia akan bisa melihat pada jarak 20 cm.
    Bulan pertama ini bayi akan memulai adaptasinya dengan lingkungan baru
    Memiliki gerakan refleks alami.
    Memiliki kepekaan terhadap sentuhan.
    Secara refleks kepalanya akan bergerak ke bagian tubuh yang disentuh.
    Sedikit demi sedikit sudah bisa tersenyum.
    Komunikasi yang digunakan adalah menangis. Arti dari tangisan itu sendiri akan Anda ketahui setelah mengenal tangisannya, apakah ia lapar, haus, gerah, atau hal lainnya.
    Peka terhadap sentuhan jari yang disentuh ke tangannya hingga ia memegang jari tersebut.
    Tiada hari tanpa menghabiskan waktunya dengan tidur.

Usia 2 bulan

    Sudah bisa melihat dengan jelas dan bisa membedakan muka dengan suara.
    Bisa menggerakkan kepala ke kiri atau ke kanan, dan ke tengah.
    Bereaksi kaget atau terkejut saat mendengar suara keras.

Usia 3 bulan

    Sudah mulai bisa mengangkat kepala setinggi 45 derajat.
    Memberikan reaksi ocehan ataupun menyahut dengan ocehan.
    Tertawanya sudah mulai keras.
    Bisa membalas senyum di saat Anda mengajaknya bicara atau tersenyum.
    Mulai mengenal ibu dengan penglihatannya, penciuman, pendengaran, serta kontak.

Usia 4 bulan

    Bisa berbalik dari mulai telungkup ke terlentang.
    Sudah bisa mengangkat kepala setinggi 90 derajat.
    Sudah bisa menggenggam benda yang ada di jari jemarinya.
    Mulai memperluas jarak pandangannya.

Usia 5 bulan

    Dapat mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil.
    Mulai memainkan dan memegang tangannya sendiri.
    Matanya sudah bisa tertuju pada benda-benda kecil.

Usia 6 bulan

    Bisa meraih benda yang terdapat dalam jangkauannya.
    Saat tertawa terkadang memperlihatkan kegembiraan dengan suara tawa yang ceria.
    Sudah bisa bermain sendiri.
    Akan tersenyum saat melihat gambar atau saat sedang bermain.

Usia 7 bulan

    Sudah bisa duduk sendiri dengan sikap bersila.
    Mulai belajar merangkak.
    Bisa bermain tepuk tangan dan cilukba.

Usia 8 bulan

    Merangkak untuk mendekati seseorang atau mengambil mainannya.
    Bisa memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya.
    Sudah bisa mengeluarkan suara-suara seperti, mamama, bababa, dadada, tatata.
    Bisa memegang dan makan kue sendiri.
    Dapat mengambil benda-benda yang tidak terlalu besar.

Usia 9 bulan

    Sudah mulai belajar berdiri dengan kedua kaki yang juga ikut menyangga berat badannya.
    Mengambil benda-benda yang dipegang di kedua tangannya.
    Mulai bisa mencari mainan atau benda yang jatuh di sekitarnya.
    Senang melempar-lemparkan benda atau mainan.

Usia 10 bulan

    Mulai belajar mengangkat badannya pada posisi berdiri.
    Bisa menggenggam benda yang dipegang dengan erat.
    Dapat mengulurkan badan atau lengannya untuk meraih mainan.

Usia 11 bulan

    Setelah bisa mengangkat badannya, mulai belajar berdiri dan berpegangan dengan kursi atau meja selama 30 detik.
    Mulai senang memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
    Bisa mengulang untuk menirukan bunyi yang didengar.
    Senang diajak bermain cilukba.

Usia 12 bulan

    Mulai berjalan dengan dituntun.
    Bisa menyebutkan 2-3 suku kata yang sama.
    Mengembangkan rasa ingin tahu, suka memegang apa saja.
    Mulai mengenal dan berkembang dengan lingkungan sekitarnya.
    Reaksi cepat terhadap suara berbisik.
    Sudah bisa mengenal anggota keluarga.
    Tidak cepat mengenal orang baru serta takut dengan orang yang tidak dikenal/asing.



Comments

Popular posts from this blog

MC Pengajian Bahasa Jawa sederhana

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wa bihi nasta'iinu 'alaa umuuriddunya waddiin, wash shalatu was salamu 'alaa asyrafil anbiyai wal mursalin, wa 'ala aalihi wa ash-habihi ajma'in, amma ba'du:
Nuwun, dumateng paro sesepuh pinisepuh engkang dahat kinabekten, dumateng bapak ibu Takmir Masjid ............... engkang minulyo, sagung jamaah engkang kinurmatan.

Cara Mematangkan memeram buah Sawo agar matang sempurna

Buah sawo adalah buah yang sangat unik, enak dan manis rasanya. Pada dasarnya buah-buahan pada umumnya agar terasa manis dan matang sempurna adalah jika matang ketika masih di pohon.


Lain halnya dengan buah sawo yang harus di peram atau di imbu (Jawa) agar bisa memperoleh rasa manis. Buah Sawo sangat rentan dengan benturan, apabila terjadi benturan maka akan mempengaruhi buah sawo tersebut dan tidak bisa matang dengan sempurna.

Cara mudah memeram buah Sawo sebagai berikut : 

Pastikan buah sawo sudah tua kemudian dicuci dengan air bersih kulitnya bisa menggunakan kain yang kasar untuk menyikat Jemur ditempat yang terkena matahari kurang lebih  dua jamPeram dengan kardus bekas atau kertas kertas biar hangat tidak mengembun
tunggu 3 hari dan dibuka sudah matang.

Ikrar Syawalan Bahasa Jawa

IKRAR SYAWALAN

Bismillahirohmanirohim

Astaghfirullohala’azdim

Kepareng mator, dumateng  bapak-bapak ibu-ibu, ingkang kapernah sepuh, kulo caos sungkem pangabektos. Dumateng bapak-bapak ibu-ibu, lan sederek kulo sedoyo, ingkang kapernah anem, menapa dene ingkang kapernah sesami-sami, kulo ngaturaken salam taklim.

Wonten ing wekdal punika, Sepisan ngatoraken  sedaya kalepatan kula, ingih engkang kasengojo, munopo dene mboten kasengojo, lahir batos nyuwun pangapunten. Lan kulo ugi, caos pangapunten, dumateng panjenengan sedoyo, mbokbilih kagungan kalepatan, dumateng kulo. Mugi-mugi Gusti Allah, paring maghfiroh, dumateng kito sami. Amin ya robbal ‘alamin.

Kaping kalih, ngengingi hak adami, ingkang sampun tumanduk dumateng kulo, ingkang dereng halal, kulo suwun halalipun, dene ingkang sampun halal, mugi-mugi saget mberkahi, manfaati, dumateng kulo sak keluargo.
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ يَا كَرِ يْمُ
آمِينْ × ٣ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ وَالر…