Skip to main content

Pembibitan Pala 1

Pala (Myristica fragans Houtt) merupakan tanaman asli Indonesia, yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Prospek pengembangan agrobisnis pala cukup cerah, karena peluang pasarnya makin terbuka dan cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun dengan tingginya permintaan bibit/benih bermutu. BBPPTP Ambon dalam melaksanakan Tupoksi diantaranya pelaksanaan pengembangan teknik dan metode pengawasan mutu benih perkebunan dengan tujuan meningkatkan dan mengembangkan metode serta menjadi bahan informasi yang harus  diperhatikan dalam usaha pembibitan pala. Pembibitan pala berasal dari biji (perbanyakan generatif) maupun setek atau sambung (perbanyakan vegetatif) biasanya menggunakan media bedengan atau polibag. Keberhasilan usaha tani tanaman pala ditentukan oleh faktor penggunaan bibit yang baik. Pada dasarnya perbanyakan tanaman pala dapat dilakukan dengan cara perbanyakan dengan biji. Biji yang diperoleh dari pohon induk yang memenuhi persyaratan adalah sebagai berikut :
-     Sehat,
-     Bentuk mahkota piramid atau silindris,
-     Berumur ≥ 15 tahun,
-     Percabangan teratur, dan
-     Bebas hama penyakit.

Persiapan Benih
Biji pala yang akan digunakan sebagai benih harus memenuhi beberapa syarat antara lain yaitu :
  1. Harus berasal dari pohon induk terpilih, biji segar, matang panen berwarna coklat  muda dan tertutup penuh dengan seludang fuli berwarna merah. 
  2. Biji yang kering berwarna coklat tua sampai hitam mengkilap dengan bobot minimal              50 gram/biji, serta tidak terserang hama dan penyakit. Setelah pemetikan haruslah disemaikan dengan selambat-lambatnya ± 24 jam.
  3. Pesemaian, dilakukan untuk menciptakan suatu kondisi yang paling baik agar benih dapat berkecambah dengan baik serta aman dari serangan hama dan penyakit.

Persiapan pesemaian
Menyemai bibit dilakukan dengan dua cara yaitu menyemai dalam polibag dan menyemai pada bedengan, sesuai dengan tempat semai yang telah disiapkan.
1. Tempat semai dalam polibag
Tempat semai dalam polibag mempunyai beberapa kelebihan, yaitu pada waktu bibit dipindahkan ke kebun tidak mengalami terhentinya pertumbuhan, sehingga tingkat  kematian bibit relatif rendah. Cara menyiapkan tempat semai benih pala dalam polibag adalah sebagai berikut :
-  Siapkan polibag berdiameter antara 10-15 cm, kemudian dilubangi dibagian dasarnya.
-  Siapkan media semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1.
-  Masukan media kedalam polibag hingga cukup penuh, lalu disiram dengan air hingga cukup basah.
-  Polibag yang telah diisi media semai disimpan ditempat yang rata secara teratur atau berjajar membentuk bedengan.
2. Tempat semai berupa bedengan
Membuat bedengan sebagai tempat semai dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
-  Memilih lahan pesemaian yang strategis, yaitu dekat dengan sumber air dan jalan, lahan terpilih dibersihkan dari rumput-rumput liat dan kerikil.
-  Tanah yang akan dipakai untuk penyemaian harus  tanah yang subur dan gembur.
-  Tanah diolah atau dicangkul sedalam 30 cm.
-  Dibuat bedengan pesemaian ukuran lebar 100-200 cm, tinggi 30 cm, jarak antara bedengan 60-80 cm, dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.

Menyemai biji
Menyemai biji pala dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menyemai benih pala dalam polibag dan menyemai pala dalam bedengan, tergantung pada tempat semai yang telah disiapkan.
1. Cara menyemai bibit pala dalam polibag
Menyemai bibit pala dalam polibag dapat dilakukan dengan cara :
-  Mula-mula dengan telunjuk dibuat lubang-lubang kecil dan dangkal.
-  Butir biji pala  dimasukan ke dalam media semai sedalam 1 cm, sambil ditutup dengan tanah tipis.
-  Polibag yang sudah berisi bibit tanaman harus diletakkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari atau diletakkan berderet-deret dan diatasnya diberi  atap pelindung berupa anyaman daun kelapa/jerami dengan ukuran tinggi 2 x 1 m, maksud pemberian peneduh ini adalah agar pesemaian hanya terkena sinar matahari pada pagi sampai menjelang siang hari dan pada siang hari yang panas  terik pesemaian terlindungi oleh peneduh.
2. Cara menyemai bibit  pala pada bedengan
Menyemai bibit pala pada bedengan dapat dilakukan dengan cara :
-  Membuat lubang atau larikan dengan jarak ukuran 15 x 15 cm.
-  Letakan benih dengan tidak terbalik, yaitu jalur putih berada pada bagian bawah.
-  Biji yang baik untuk berkecambah memerlukan waktu 4-8 minggu.
-  Perkecambahan biji dapat dipercepat menjadi 1-2 minggu apabila diberi perlakuan pemecahan kulit/batok pangkal biji, sehingga retak/terbelah/mengelupas dengan tidak merusak daging bijinya.
-  Biji yang tidak berkecambah segera disingkirkan. Media semai disiram terutama jika tidak turun hujan.

Pemeliharaan pesemaian
Pemeliharaan persemaian dilakukan dengan cara :
-  Pemeliharaan dalam polibag terutama adalah menjaga agar media tumbuh tetap bersih dari gulma dan menjaga media tumbuh dalam keadaan tetap basah, namun tidak tergantung air.
-  Bibit muda dipersemaian perlu dipelihara secara intensif selama 8-12 bulan. Perlakuan penyiraman dilakukan dua kali sehari.

Untuk menjawab kebutuhan bibit pala, pembibitan pala dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Perbanyakan secara generatif akan menghasilkan tanaman pala yang berkualitas. Proses penyiapan benih, pesemaian, semai biji dan pemeliharaan pesemaian sangat menentukan keberhasilan perbanyakan bibit, untuk itu semua proses harus diperhatikan dan dilakukan dengan baik.

Referensi
Hadad M, dan Auzay Hamid. 1990. Mengenal Berbagai Plasma Nutfah Pala Di DaerahMalukuUtaraDalam Prosiding Simposium I Hasil Penelitian dan Pengembangan Tanaman Indrustri (Puslitbang Tanaman Indrustri).
Rukmana R. 2004. Usaha Tani Pala. CV Aneka Ilmu, Semarang.

oleh
Erick M. Luhukay
dari: http://ditjenbun.pertanian.go.id/bbpptpambon/berita-327-kriteria-pembibitan-pala.html

Comments

Lihat Juga

Istilah Dalam Dunia KELINCI yang Harus Anda Tahu

DOB: Day of Birth/ tanggal lahir kelinci. BUCK: Kelinci jantan. DOE: Kelinci betina. JUNIOR_Jr: Kelinci anakan. SENIOR_Sr: Kelinci dewasa. SENIOR_BUCK: Kelinci jantan dewasa.

Ikrar Syawalan Bahasa Jawa

IKRAR SYAWALAN Bismillahirohmanirohim Astaghfirullohala’azdim Kepareng mator, dumateng  bapak-bapak ibu-ibu, ingkang kapernah sepuh, kulo caos sungkem pangabektos. Dumateng bapak-bapak ibu-ibu, lan sederek kulo sedoyo, ingkang kapernah anem, menapa dene ingkang kapernah sesami-sami, kulo ngaturaken salam taklim. Wonten ing wekdal punika, Sepisan ngatoraken  sedaya kalepatan kula, ingih engkang kasengojo, munopo dene mboten kasengojo, lahir batos nyuwun pangapunten. Lan kulo ugi, caos pangapunten, dumateng panjenengan sedoyo, mbokbilih kagungan kalepatan, dumateng kulo. Mugi-mugi Gusti Allah, paring maghfiroh, dumateng kito sami. Amin ya robbal ‘alamin. Kaping kalih, ngengingi hak adami, ingkang sampun tumanduk dumateng kulo, ingkang dereng halal, kulo suwun halalipun, dene ingkang sampun halal, mugi-mugi saget mberkahi, manfaati, dumateng kulo sak keluargo. تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ يَا كَرِ يْمُ آمِينْ × ٣ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَ

Cara Mematangkan memeram buah Sawo agar matang sempurna

Buah sawo adalah buah yang sangat unik, enak dan manis rasanya. Pada dasarnya buah-buahan pada umumnya agar terasa manis dan matang sempurna adalah jika matang ketika masih di pohon. Buah Sawo yang sedang dijemur Lain halnya dengan buah sawo yang harus di peram atau di imbu (Jawa) agar bisa memperoleh rasa manis. Buah Sawo sangat rentan dengan benturan, apabila terjadi benturan maka akan mempengaruhi buah sawo tersebut dan tidak bisa matang dengan sempurna. Cara mudah memeram buah Sawo sebagai berikut :  Pastikan buah sawo sudah tua kemudian dicuci dengan air bersih kulitnya bisa menggunakan kain yang kasar untuk menyikat  Jemur ditempat yang terkena matahari kurang lebih  dua jam Peram dengan kardus bekas atau kertas kertas biar hangat tidak mengembun tunggu 3 hari dan dibuka sudah matang.

Dandang Gulo Tembang

Lamun Siro Anggeguru kaki Amiliho manungso kang nyata Ingkang becik martabate Sarta kang wruh ing hukum Kang ngibadah lan kang wirangi Sukur oleh wong kang topo Ingkang wis tumungkul Tan mikir pawehing liyan Iku pantes yen siro guronono kaki Sartane kawruhono Romo Ibu kang luhuring budi Engkang hangukir jiwo lan rogo Kang agung pangurbanani Paring pituduh luhur Rino wengi tansah angesti Mrehrahayuneng putro Lulus kangginayuh Sedoyo ribetrubito Linambaran kanthi sabaring penggalih Tuhu pantes sinembah Kadyasinendhal rasning ati Panyunkeme keng putro sajugo Tumetes deres waspane Tan kawawa jroning kalbu Ngondok-ngondok rasaning galih Alon ngandikaniro Duh angger putraku Sun tompo panyungkemiro Mugo-mugo antuk berkahing moho suci Nggoniro jejodohan Piwelingku aja nganti lali Anggoniro mbangun bale wesmo Runtut atut sakarone Adoh natukar padu Tansah eling sabaring  ati Kuwat nompo panandang Tan gampang amutung

MC JAWA PRASOJO ( SEDERHANA )

Pranotocoro atau MC atau pengacara dalam upacara pernikahan dalam adat Jawa merupakan kunci keseuksesan acara pernikahan tersebut. Dalam upacara pernikahan atau dalam walimahan pernikahan mendengarkan seorang MC yang kadang kita tidak tau maknaya, ada bahasa jawa kawi atau kuno didalamya yang termasuk menggunakan sastra Jawa. Pranotocoro manten ada yang menyebut Dhalang Manten. Dhalang Manten berpenempilan seperti seorang dhalang wayang kulit dan sangat banyak menguasai sastra jawa atau bahasa-bahasa kawi. Untuk menjadi seoarang dhalang manten harus menguasai bahasa jawa atau kromo juga menguasai tembang-tembang jawa atau mocopat. Harus merelakan waktu untuk berlatih dan terus berlatih. Berikut contoh pronotocoro (dirumah penganten Pria ) sederhana yang bisa digunakan untuk pemula. Tentu saja banyak kekurangannya. Assalamualaikum wr.wb Rumentahing pujo hastowo saking Gusti Engkang moho welas Moho Asih mugi tansah kajiwo lan kasariro dening poro rawuh kakung sumawono

Pohon Madu atau Dombeya spectabilis honey Tree

Rumah Madu Klanceng Yogyakarta peternak lebah Kulon Progo Yogyakarta- Dombeya Spectabilis dikenal dengan pohon Madu atau Honey tree karena kabarnya pohon ini saat berbunga mampu menyediakan makanan untuk beberapa Koloni lebah.  Dombeya adalah pohon kecil dengan daun maple besar dan kepala-kepala yang lebat dari bunga-bunga putih kecil berwarna merah muda. ciri kusus dari tanaman ini adalah: Bunga Bunganya berwarna lebih terang, Berbunga: November-Januari. Batang dan Daun Batang dari mana tandan bunga menggantung jauh lebih pendek daripada di Pink Ball. Ketiga, dan yang paling penting, daunnya sangat mirip lobang seperti maple, sedangkan di Pink Ball, daunnya bergigi dan berbentuk hati. Daun melingkar lebar, 2-7 cm panjang dan lebar, subscabrous di kedua sisi, dangkal 3-lobed, bergerigi, saraf di bawah puber berkarat; tangkai daun panjang 2-5 cm, berbulu halus. Inflorescence sebuah aksila, cyme memanjang; tangkai panjang 3-7 cm, berbulu halu

Identifikasi Jenis Kelamin Betina dan Jantan

Identifikasi Jenis Kelamin Betina dan Jantan Pada Tanaman Kurma dari Biji untuk semua Varietas Dengan metode Pengamatan Pola Sirip Tulang Daun Tanaman Kurma dari Biji Pola 1 (P1) - Betina Pola 2 (P2) - Jantan (Usia Tanaman pada Pengamatan 5 bulan - 1 tahun) Founded by : FITRIANI, ST 10 Mei 2018 (Jalan Poros Tonasa 1 (Quary), Kel. Kassi, Kec. Balocci, Kab. Pangkep, Propinsi Sul-Sel) Indonesia 90662 Quary, 8 November 2018 Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Taala dan salam serta shalawat untuk Nabi dan Rasul kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam ,Bahwa segala apa yang ada dilangit dan dibumi serta alam semesta jagad raya ini milik Allah semuanya termasuk ilmu-ilmu yang diajarkan kepada kita melalui Al Quran dan Rasulullah serta melalui hikmah-hikmah yang kita dapatkan dan kita temui dalam kehidupan kita , dan bahwa pengetahuan dan ilmu ini adalah sebagian dari rahasia-rahasia Allah yang

Do'a Untuk Pengantin

Festifal Anak Sholeh Indonesia (FASI) Serempak di Kulon Progo

Kulon Progo, Festifal Anak Sholeh Indonesia (FASI) Ahad (23/09) diselenggarakan di empat Kecamatan. Badan Koordianasi Taman Kanak-kanak Al Qur’an - Taman Pendidikan Al Qur’an (BADKO TKA-TPA) Rayon  Wates bertempat di Masjid Agung Wates, Kokap di Masjid Ar Rohmah Tejogan Hargorejo, Lendah di Masjid Mujahidin Gegulu Gulurejo dan Galur diselenggarakan di TPA AL Ikhlas Wonopeti Karangsewu.

Cara Budidaya Entok

Ternak itik memiliki peran besar dalam pemenuhan protein hewani. Selain sebagai penghasil telur, itik juga dikenal sebagai penghasil daging. Salah satu itik pedaging yang mulai berkembang dan banyak diminati saat ini adalah jenis itik-entok yang merupakan hasil perkawinan silang itik betina petelur dan entok jantan melalui inseminasi buatan. Budidaya entok untuk penghasil daging mempunyai beberapa keunggulan, yakni pertumbuhannya cepat, mempunyai bobot potong yang lebih besar, rasanya dagingnya tidak amis dan gurih (sebelum atau sesudah dimasak), tekstur daging yang lebih empuk, biaya produksi yang rendah karena entok pemakan segala, serta kadar lemak yang dimiliki rendah yakni hanya 1% pada area dada dan 1,5 % pada area paha. Bandingkan dengan ayam broiler yang mana lemaknya terdiri atas 6,8% pada bagian paha dan 1,3% pada bagian dada. Selain itu, entok memiliki masa pemeliharaan yang relatif pendek yakni sekitar 8 – 10 minggu saja, dimana dalam jangka waktu tersebut e